Menanti Vaksin Corona yang Rantai Distribusinya Sudah Siap

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 06:03 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Vaksin Corona yang ada di Indonesia akan melalui fasilitas di PT Bio Farma (Persero). Dari situ, nantinya vaksin ini didistribusikan seluruh wilayah Indonesia.

Vaksin sendiri merupakan produk biologis yang rentan terhadap perubahan suhu. Maka itu, vaksin perlu disimpan dalam suhu 2-8 derajat celsius dari pabrik hingga puskesmas.Proses menjaga suhu vaksin dalam kondisi ideal dari awal hingga akhir inilah yang disebut cold chain (rantai dingin).

Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi mengatakan setiap vaksin akan melewati pabrik Bio Farma. BUMN ini telah memiliki fasilitas untuk menyalurkan vaksin.

"Dari manapun asal vaksinnya itu nanti, akan melalui pabrik vaksin kita di PT Bio Farma. Mereka sudah mempunyai armada untuk menerima dan mendistribusikan vaksin. Jadi kita sudah punya depo-depo vaksin. Kemudian provinsi sudah memiliki cold room, atau lemari penyimpanan khusus," kata Elizabeth dalam acara keterangan pers Juru Bicara Penangan COVID -19 yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (30/11/2020).

Indonesia telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam melaksanakan program vaksinasi. Proses distribusi vaksin di Indonesia bisa dilakukan dari Aceh sampai Papua dan sudah menggunakan sistem cold chain yang baik.

Lemari penyimpan berpendingin khusus yang ada di provinsi bisa menyimpan vaksin untuk jangka waktu 3-6 bulan dengan suhu terjaga di angka 2-8 derajat celsius. Pengiriman ini kemudian dilakukan secara bertahap ke level kabupaten/kota hingga ke rumah sakit dan puskesmas.

Saat keluar dari cold room, vaksin pun harus cepat dimasukkan ke kotak sementara yang dirancang khusus untuk menjaga temperaturnya dalam perjalanan.

Vaksinasi harus dilakukan dengan teratur agar terjaga kualitasnya. Maka itu, Elizabeth menerangkan, idealnya pemberian vaksin harus terjadwal. Menurutnya, dengan penyusunan jadwal jauh-jauh hari diharapkan pelayanan akan lebih cepat.

"Idealnya pemberian vaksin itu harus terjadwal, pada tanggal berapa, jam berapa, dan di mana lokasinya. Baik petugas yang memberi pelayanan maupun masyarakat harus tahu, sehingga pada waktunya nanti pemberi pelayanan dan yang dilayani bertemu dengan teratur. Dengan menyusun jadwal jauh-jauh hari sebelumnya, diharapkan proses pelayanan berlangsung dengan lebih cepat. Maksimum satu orang hanya memerlukan 10 menit untuk dilayani dari pendaftaran hingga vaksinasi," terangnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta kepastian vaksin. Klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2