Bakal Dipasok Mobil Listrik Tesla, Bagaimana Persiapan India?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 22:47 WIB
bendera India
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Tesla, perusahaan asal Amerika Serikat (AS), berencana jualan mobil listrik di India mulai 2021. Informasi tersebut disampaikan Menteri Transportasi India Nitin Gadkari

"Setelah mendirikan pusat penjualan, Tesla kemudian akan mempertimbangkan pengaturan manufaktur di sini (India)," kata Gadkari dikutip dari CNN, Selasa (29/12/2020).

Hingga saat ini Tesla belum menanggapi kabar tersebut. Ditanya oleh pengguna Twitter tentang rencana masuknya perusahaan ke India pada 2021, CEO Tesla Elon Musk mengatakan perusahaan pasti akan memasuki pasar meskipun tidak pada bulan Januari.

Dorongan Musk untuk masuk ke pasar mobil terbesar keempat di dunia itu telah lama. Pada 2017, dia pernah mengatakan bahwa Tesla berencana untuk menjual mobil di India setelah musim panas itu.

Penjualan mobil di India turun tajam pada 2019 karena peraturan keselamatan, emisi baru menaikkan harga dan masalah di antara penyedia pembiayaan konsumen India menghantam pinjaman. Perusahaan Amerika lainnya telah mundur dari India selama beberapa tahun terakhir, termasuk General Motors dan pembuat sepeda motor Harley Davidson.

Namun, India telah mendekati kendaraan listrik untuk melihat banyak potensi penjualan. Pemerintah telah menetapkan tujuan yang ambisius untuk mengurangi jumlah kendaraan bertenaga gas di jalan-jalannya, sambil menawarkan subsidi dan insentif lain untuk meningkatkan jumlah mobil listrik di pasar.

Tahun lalu, Hyundai meluncurkan kendaraan listrik pertamanya untuk pasar India, Hyundai Kona Electric. Perusahaan Korea Selatan pada saat itu memuji India karena mengantarkan ke era baru dengan mobilitas yang bersih dan terhubung.

Hyundai pada saat itu adalah perusahaan kedua yang menjual mobil listrik di India, setelah saingan lokalnya Mahindra. Sejak itu, Tata dan MG Motor telah meluncurkan kendaraan mereka sendiri di negara ini, seperti halnya Mercedes-Benz milik Daimler.

Sementara itu, saham Tesla naik hampir 700% sejak awal 2020 dan baru-baru ini bergabung dengan S&P 500 (SPX). Tetapi beberapa analis khawatir bahwa investor mengabaikan ancaman persaingan di pasar kendaraan listrik yang akan dihadapi Tesla di masa depan.

(hns/hns)