Tancap Gas! Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Dimulai Awal 2021

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 11:45 WIB
Platform dan baterai ultium mobil listrik Honda
Ilustrasi Foto: Pool (Autoevolution)
Jakarta -

LG Energy Solution Ltd bersama konsorsium BUMN berencana mengembangkan industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun. Pembangunan industri kendaraan listrik ini akan dimulai pada semester pertama 2021.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlik Lahadalia dalam teleconfernce, Rabu (30/12/2020).

"Insyaallah tolong doakan ini tidak lama-lama kemungkinan besar akan dilakukan groundbreaking pada semester pertama 2021, jadi ini bukan MoU-MoUan," kata Bahlil.

Bahlil mengatakan, BUMN yang terlibat dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik ini ialah MIND ID, Aneka Tambang, PLN dan Pertamina. Selanjutnya, investasi ini akan terbagi dalam dua lokasi.

"Dan lokasinya pabrik tersebut dibagi menjadi dua, untuk hulunya, untuk bangun smelter dan tambangnya di Maluku Utara. Kemudian, katoda, prekursor dan sebagian baterai selnya berdasarkan hasil surveinya itu akan dilakukan di Batang," ujarnya.

Bahlil bilang, setelah ini akan ada penandatangan heads of agreement (HoA) yang akan diteken dengan BUMN pada Januari 2021.

"Setelah ini Januari sudah penandatangan kontrak HOA dengan BUMN, dan kemudian direncanakan Februari sudah action tahap pertama," ujarnya.



Simak Video "Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ang)