Garap Baterai Kendaraan Listrik di RI, LG Dapat Lahan Gratis

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 12:48 WIB
Platform dan baterai ultium mobil listrik Honda
Foto: David Ramos/Getty Images
Jakarta -

Perusahaan asal Korea Selatan, LG Energy Solution Ltd bekerja sama dengan konsorsium BUMN akan investasi besar-besaran dalam proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi. Tak main-main, investasi untuk proyek ini mencapai US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun.

Proyek ini merupakan investasi raksasa dan strategis karena terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining) serta industri prekursor dan katoda. Pihak LG pun akan mendapat keistimewaan dalam urusan lahan di kawasan industri Batang, Jawa Tengah.

"Nanti LG dapat lahan gratis 5 tahun di Batang. Infrastruktur akan disiapkan pemerintah," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam sebuah diskusi Rabu malam (30/12).

Bahlil menjelaskan kerja sama ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In di Busan pada November 2019 lalu. Dia menilai, kerja sama ini pertama di dunia karena pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Saya ingin mengatakan juga bahwa kenapa saya katakan ini baru pertama karena ini investasi konsorsium perusahaan asing yang bekerja sama dengan konsorsium BUMN dari hulu ke hilir, semuanya ikut terlibat tidak lagi bicara sendiri-sendiri," katanya dalam teleconference, (30/12/2020).

Menurutnya dalam catatan BKPM, belum ada investasi sebesar ini pasca reformasi karena total proyek baterai kendaraan listrik itu bernilai Rp 142 triliun.

"Angka ini merupakan angka yang cukup luar biasa dalam catatan BKPM belum pernah ada investasi pasca reformasi sebesar ini," ujar mantan Ketua Umum Hipmi itu.

BUMN yang terlibat ialah MIND ID, Aneka Tambang, PLN dan Pertamina. Selanjutnya, investasi ini akan terbagi dalam dua lokasi.

" Untuk hulunya, untuk bangun smelter dan tambangnya di Maluku Utara. Kemudian, katoda, prekursor dan sebagian baterai selnya berdasarkan hasil surveinya itu akan dilakukan di Batang," ujarnya.

Bahlil melanjutkan pembangun pabrik baterai kendaraan listrik ini tidak lama lagi. Dia menyebut, pembangunan akan dimulai pada semester pertama tahun 2021.

"Insyaallah tolong doakan ini tidak lama-lama kemungkinan besar akan dilakukan groundbreaking pada semester pertama 2021, jadi ini bukan MoU-MoU-an," kata Bahlil.

Bahlil bilang, setelah ini akan ada penandatangan heads of agreement (HoA) yang akan diteken dengan BUMN pada Januari 2021.

"Setelah ini Januari sudah penandatangan kontrak HOA dengan BUMN, dan kemudian direncanakan Februari sudah action tahap pertama," ujarnya.

(hns/hns)