Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Gandeng Lokal, Bahlil: Tak Boleh Punya Timses

Angga Aliya - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 22:15 WIB
Mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 mulai memasuki jalur produksi. Mobil berjenis hatchback ini akan diproduksi di fasilitas perakitan Volkswagen di Zwickau, Jerman.
Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

LG Energy Solution Ltd bekerja sama dengan konsorsium BUMN berencana mengembangkan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Total nilai investasi untuk proyek ini sebesar US$ 9,8 miliar atau setara Rp 142 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan konsorsium itu juga akan mengajak perusahaan lokal untuk ikut berkarya di industri tersebut.

Namun Bahlil menegaskan, perusahaan lokal yang bisa ikut ambil bagian di industri tersebut harus perusahaan yang kompeten dan memenuhi syarat, bukan perusahaan yang abal-abal.

"Pokoknya tidak boleh perusahaan yang bawa proposal doang, jadi harus yang memenuhi syarat, nanti akan kita seleksi. Tidak boleh juga perusahaan milik timses (tim sukses) yang tiba-tiba mau ikut," kata Bahlil saat Silaturahmi Akhir Tahun Kepala BKPM dengan Pemimpin Redaksi secara virtual, Rabu (30/12/2020).

Jadi, kata Bahlil, perusahaan-perusahaan daerah jangan berkecil hati. Meskipun proyek ini garapan konsorsium LG dengan perusahaan pelat merah, namun perusahaan-perusahaan daerah pasti akan digandeng untuk ikut terlibat.

"Yang utamanya kan LG sama BUMN, tapi nanti kita pasti ajak pengusaha daerah," ucapnya.

Bahlil menambahkan, kerja sama ini pertama di dunia karena pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu ke hilir. Artinya, investasi ini dimulai dari bahan baku sampai produk jadi.

"Jadi ini mulainya dari tambangnya, jadi bahan baku lalu diolah, dibuat produk jadi dan dijual. Jadi dari hulu ke hilir sudah diamankan," tambahnya.

Dia mengatakan, dengan total investasi US$ 9,8 miliar tersebut, dalam catatan BKPM, belum ada investasi sebesar ini pasca reformasi.

"Total investasi ini kurang lebih US$ 9,8 miliar atau setara Rp 142 triliun. Angka ini merupakan angka yang cukup luar biasa dalam catatan BKPM belum pernah ada investasi pasca reformasi sebesar ini," ujarnya.

Sementara untuk BUMN yang terlibat adalah MIND ID, Aneka Tambang, PLN, dan Pertamina. Selanjutnya, investasi ini akan terbagi dalam dua lokasi.

"Dan lokasinya pabrik tersebut dibagi menjadi dua, untuk hulunya, untuk bangun smelter dan tambangnya di Maluku Utara. Kemudian, katoda, prekursor dan sebagian baterai selnya berdasarkan harsil surveinya itu akan dilakukan di Batang," ujarnya.



Simak Video "Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/dna)