Kenapa Pemerintah Terjun Langsung Urus Pabrik Baterai Kendaraan Listrik?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 12:58 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kiri) disaksikan Presiden Jokowi (kedua kiri) menandatangai nota kesepahaman investasi dengan Presiden dan CEO President Lee Won-hee (kanan) disaksikan Hyundai Motor Group Executive Vice Chairman Chung Euisun (2 dari kanan) di Pabrik Hyundai, Ulsan, Korea Selatan.
Foto: dok. BKPM
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait alasan pemerintah terjun langsung mengurusi investasi baterai kendaraan listrik di Indonesia. Investasi baterai kendaraan listrik di Indonesia sendiri ditandai dengan akan masuknya LG Energy Solution Ltd yang bekerjasama dengan konsorsium BUMN.

Bahlil mengatakan, investasi baterai kendaraan listrik merupakan investasi yang strategis. Menurutnya, ada banyak permintaan yang perlu dinegosiasi.

"Yang pertama saya ingin sampaikan untuk baterai ini adalah salah satu investasi strategis Indonesia. Banyak permintaan-permintaan yang butuh dinegosiasikan," katanya dalam teleconference, Rabu (30/12/2020).

Dia menyebut, salah satu poin negosiasi itu ialah pengolahan nikel ore. Dia menuturkan, dengan keterlibatan pemerintah maka pemerintah ikut mengatur pengembangan baterai kendaraan listrik ini.

"Salah satu di antaranya kita meminta agar pengolahan dari ore nikel minimal 70% itu harus menjadi prekursor, katoda dan baterai sel. Kita tidak pengin lagi kalau B to B negara tidak ikut, rambu-rambunya nanti tidak atur oleh negara," katanya.

Dia menambahkan, keterlibatan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah pada nikel.

"Kita tidak pengin lagi, sudah banyak belajar saya ingin mengatakan dalam MoU bahwa output ore nikel menjadi prekursor, katoda harus dikelola minimal 70% di Indonesia,
baterai selnya pun demikian sehingga negara kita itu betul-betul mendapat multiplier effect sampai di hilir," ujarnya.



Simak Video "Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ang)