RI Punya 3 Juta Vaksin Sinovac, Nakes yang Pertama Jalani Vaksinasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 13:43 WIB
Vaksin Corona dari Sinovac telah tiba di Indonesia. Kini vaksin tersebut disimpan di PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.
Foto: Istimewa/presiden.go.id
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan program suntik vaksin COVID-19 alias vaksinasi akan berlangsung pada awal 2021. Proses penyuntikan pertama kali akan dilakukan kepada para tenaga kesehatan.

Hal tersebut dilakukan menyusul sudah datangnya vaksin buatan Sinovac sebanyak 1,8 juta dosis pada tahap II. Dengan begitu, Indonesia saat ini sudah memiliki 3 juta dosis vaksin dari Sinovac.

Budi mengatakan, vaksin COVID-19 yang sudah ada di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat pun sudah bisa didistribusikan ke 34 provinsi Indonesia.

"Insya Allah dengan doa seluruh rakyat Indonesia, kami harapkan sebelum rakyat Indonesia kembali masuk bekerja di Januari (2021), insya Allah vaksin bisa didistribusikan ke-34 provinsi Indonesia untuk kita bisa mulai vaksinasi bagi tenaga kesehatan kita," kata Budi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).

Dia menjelaskan, kedatangan 1,8 juta dosis dan program vaksinasi COVID-19 pun buah hasil kerja keras pemerintahan kabinet Indonesia Maju dan sudah mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Presiden menugaskan kami di pemerintahan untuk selama liburan tahun baru ini untuk terus bekerja keras memastikan bahwa program vaksinasi nasional bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya melayani seluruh masyarakat," ungkapnya.

Perlu diketahui, 1,8 juta dosis vaksin buatan Sinovac ini diangkut oleh pesawat Garuda Indonesia dan sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Vaksin tahap II tiba Indonesia sekitar pukul 11.50 WIB.

Selanjutnya, vaksin tahap II ini akan dikirim langsung ke kantor Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Dengan kedatangan 1,8 juta dosis vaksin tahap kedua ini, dikatakan Retno, saat ini Indonesia sudah menerima 3 juta dosis vaksin buatan Sinovac.

(hek/hns)