Negara-negara Eropa Keroyokan Bikin Pabrik Baterai Rp 49 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 22:12 WIB
Platform dan baterai ultium mobil listrik Honda
Ilustrasi baterai mobil listrik/Foto: Pool (Autoevolution)
Jakarta -

Regulator persaingan usaha Uni Eropa menyetujui proyek baterai senilai 2,9 miliar euro (US$ 3,5 miliar) atau setara Rp 49 triliun (asumsi kurs Rp 14.000). Proyek ini didanai Jerman, Prancis, Italia dan sembilan negara Eropa lainnya menanggapi peningkatan permintaan untuk baterai mobil dan industri di wilayah tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa (26/1/2021), dalam skema yang disebut European Battery Innovation negara yang juga terlibat termasuk Austria, Belgia, Kroasia, Finlandia, Yunani, Polandia, Slovakia, Spanyol, dan Swedia.

Negara-negara tersebut berharap dapat menarik 9 miliar euro dari investor swasta. Sebelumnya beberapa negara Eropa tersebut meluncurkan European Battery Alliance pada tahun 2017.


Langkah ini sebagai upaya mengembangkan industri yang rendah karbon di masa depan, serta memastikan benua tersebut tidak tergantung produk impor atau teknologi.

"Untuk tantangan inovasi besar-besaran bagi ekonomi Eropa, risikonya bisa terlalu besar untuk hanya satu negara anggota atau satu perusahaan untuk mengambil sendiri," kata Komisaris Persaingan Usaha Uni Eropa Margrethe Vestager dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters.

"Jadi, masuk akal bagi pemerintah Eropa untuk bersatu mendukung industri dalam mengembangkan baterai yang lebih inovatif dan berkelanjutan," sambungnya.

Proyek ini akan mencakup seluruh rantai nilai baterai mulai dari ekstraksi bahan mentah, desain dan pembuatan sel baterai, kemasan hingga daur ulang dan pembuangan.

(acd/hns)