Pfizer dan AstraZeneca Bikin Uni Eropa Kesal, Ada Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 23:45 WIB
Pertama di Dunia, Inggris Izinkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech
Foto: Getty Images/Christopher Furlong
Jakarta -

Uni Eropa memanggil produsen vaksin AstraZeneca dan Pfizer gara-gara persoalan pengiriman vaksin. Pihak Uni Eropa bahkan mengancam akan mengambil tindakan hukum dan menerapkan kontrol ekspor pada dosis yang diproduksi.

Dikutip dari CNN, Selasa (26/1/2021), pejabat Uni Eropa mengatakan, AstraZeneca tidak akan dapat memberikan dosis vaksin sebanyak yang dijanjikan. Sebelumnya Pfizer menyatakan mengirim vaksin lebih sedikit dari yang diharapkan

Komisaris Kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides menyatakan ketidakpuasan dalam pembahasan dengan AstraZeneca pada Senin kemarin (25/1), namun pembicaraan akan terus berlanjut.

Dia mengatakan, produsen obat berniat memasok dosis jauh lebih sedikit dalam beberapa minggu mendatang daripada yang disepakati dan diumumkan.

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen marah pada perusahaan farmasi tersebut. Menurutnya produsen vaksin itu harus menunaikan kewajiban mereka.

"Eropa menginvestasikan miliaran untuk membantu mengembangkan vaksin COVID-19 pertama di dunia, untuk menciptakan kebaikan bersama yang benar-benar global. Dan sekarang perusahaan harus mewujudkannya. Mereka harus menghormati kewajiban mereka," katanya dalam pertemuan virtual World Economic Forum.

Negara-negara Uni Eropa mengandalkan vaksin untuk mengendalikan krisis kesehatan dan memulai perekonomian mereka. Sekarang, mereka dipaksa untuk mengubah rencana mereka.

Wakil Menteri Kesehatan Italia Pierpaolo Sileri mengatakan kepada saluran TV Rai 1 pada hari Minggu bahwa orang yang berusia di atas 80 tahun akan divaksinasi empat minggu lebih lambat dari yang direncanakan sebagai akibat dari penundaan tersebut. Negara tersebut mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap pembuat obat tersebut.

"Pada musim gugur, kami dapat memvaksinasi hingga 45 juta orang Italia, tetapi saya tidak percaya pada perusahaan-perusahaan ini," kata Sileri.

"Saya ingin melihat vaksinnya,"tambahnya.

Uni Eropa telah memesan 300 juta dosis vaksin AstraZeneca yang dapat disetujui untuk digunakan segera minggu ini, dengan opsi untuk membeli tambahan 100 juta. Perusahaan menyatakan produksi terhambat oleh masalah manufaktur.

(acd/hns)