Lengkap! Rincian Produksi Vaksin Corona di Bio Farma

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 14:48 WIB
Bahan baku 15 juta dosis vaksin COVID-19 (bulk) tiba di Kantor Pusat Biofarma, Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa (12/1/2021) sekitar pukul 19.10 WIB.
Foto: Yudha Maulana
Jakarta -

10 juta dosis bahan baku vaksin Corona Sinovac dan 1 juta dosis tambahan atau overfill kembali masuk Indonesia. Bahan baku itu selanjutnya akan diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) untuk bisa disuntikkan ke masyarakat.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Bio Farma, Bambang Heriyanto menjelaskan Bio Farma telah memproduksi 15 juta dosis vaksin COVID-19 dari bahan baku yang tiba sebelumnya. Keseluruhan jumlah produksi itu diperkirakan akan selesai pada 11 Februari 2021.

"Untuk bahan baku gelombang pertama atau tahap ketiga dari seluruh vaksin yang telah datang sebanyak 15 juta dosis sudah mulai diproses di Bio Farma sejak 14 Februari 2021, dengan target produksi sekitar 13 batch atau setara dengan 13 juta dosis. Ini diperkirakan akan selesai produksi untuk yang 15 juta dosis pada 11 Februari 2021," kata Bambang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/2/2021).

Vaksin Corona yang sudah diproduksi itu selanjutnya akan dialokasikan untuk petugas publik atau tenaga layanan publik termasuk TNI/Polri. "Mulai akhir Februari 2021," sambung Bambang.

Sedangkan total 11 juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 yang tiba hari ini, kata Bambang, akan menyusul diproduksi pada 13 Februari dan ditargetkan baru akan selesai 20 Maret 2021. Dia memastikan vaksin yang diproduksinya telah memenuhi standar dan kualitas semestinya.

"Untuk kedatangan pada hari ini mulai diproses pada 13 Februari dan diharapkan selesai 20 Maret 2021. Semua bulk ini setelah diolah menjadi produk jadi, terlebih dahulu harus melalui serangkaian uji mutu, quality control yang dilakukan oleh laboratorium Bio Farma maupun Badan POM," jelasnya.

Bambang menjelaskan bahwa bahan baku vaksin Corona dari Sinovac akan terus berdatangan ke Indonesia secara bertahap sampai Juli 2021. Kedatangan itu akan memenuhi pesanan sebanyak 140 juta dosis.

"Bahan baku yang sudah kita terima hari ini merupakan bagian dari bahan baku yang didatangkan dari Sinovac sebanyak 140 juta dosis untuk tahun 2021 yang pengirimannya akan dilakukan secara bertahap hingga Juli 2021, yang sebelumnya direncanakan November 2021 ini ada percepatan maju hingga Juli 2021," imbuhnya.

Simak Video: Pendistribusian Vaksin Sinovac Dilengkapi Barcode Hingga GPS

[Gambas:Video 20detik]



(aid/hns)