Nyaris 135 Ribu Mobil Tesla Mau Ditarik, Ada Apa Nih?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 21:39 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) setuju untuk menarik 134.951 mobil Model S dan Model X. Hal itu dilakukan karena model itu dianggap berisiko meningkatkan kecelakaan jika tampilan layar sentuh tidak berfungsi. Sebelumnya, regulator keamanan mobil di AS sudah meminta Tesla melakukan penarikan bulan lalu.

Dilansir dari Reuters, Selasa (2/2/2021), Otoritas Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) membuat permintaan penarikan pada 13 Januari kepada Tesla. Pihaknya secara tentatif menyimpulkan kendaraan Model S 2012-2018 dan Model X 2016-2018 menimbulkan masalah keamanan.

Menurut NHTSA mengatakan kegagalan layar sentuh menimbulkan masalah keamanan yang signifikan, termasuk hilangnya tampilan belakang atau gambar kamera cadangan, pencahayaan lampu sein eksterior, hingga sistem defogging dan defrosting kaca depan yang dapat menurunkan visibilitas pengemudi jika cuaca buruk.

NHTSA meminta Tesla untuk menanggapi permintaan penarikan itu pada 27 Januari. Pada hari yang sama, Tesla langsung menyetujui penarikan tersebut.

"Untuk kepentingan ke penyelidikan dan untuk memastikan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami," kata perusahaan.

NHTSA membuka penyelidikan pada Juni 2020 atas keluhan bahwa kegagalan unit kontrol media (MCU) menyebabkan tampilan layar sentuh tidak berfungsi. Produsen mobil lain juga disebut mengeluarkan banyak penarikan karena masalah serupa yang berasal dari kegagalan layar sentuh.

Penarikan akan dimulai 30 Maret. Awalnya NHTSA meminta penarikan sebanyak 158.000 kendaraan, tetapi Tesla mengatakan beberapa kendaraan telah ditingkatkan prosesornya setelah Maret 2018.

(aid/hns)