Pengusaha Tepis Tudingan Buwas Soal 'Lingkaran Setan' Bisnis Kedelai!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 16:54 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengunjungi Gudang Bulog Gedebage, Bandung, Selasa (3/2). Buwas memastikan stok beras untuk Idul Fitri 2020 aman.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas menyebut, salah satu penyebab kenaikan harga kedelai ialah adanya 'lingkaran setan' kartel-kartel importir kedelai. Hal tersebut pun ditepis oleh pengusaha kedelai tergabung dalam Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo).

Meski begitu, Ketua Akindo Yusan mengatakan, pernyataan Buwas itu sebagai dorongan asosiasi untuk memperketat pengawasan anggota.

"Iya, tentu kita melihat itu kurang tepat, tapi yang berkompeten menjawab itu Menteri Perdagangan, tapi Pak Buwas membuat statmen itu, tidak apa, itu bagi asosiasi mendorong supaya asosiasi makin selektif dalam memonitor anggotanya, tentu dorongan buat asosiasi," paparnya kepada detikcom, Minggu (7/2/2021).

Dia menjelaskan, kedelai merupakan komoditas internasional. Bahkan, pergerakan harganya diumumkan setiap hari melalui bursa komoditas.

"Kedelai itu komoditi internasional dua kali diumumkan harganya di Chicago, pagi dan sore. Jadi harganya itu langsung terbuka secara internasional," katanya.

Dia mengatakan, harga kedelai berbeda dengan cabai dan bawang. Menurutnya, harga kedelai yang terbuka itu tidak mudah dimainkan oleh para importir.

"Itu beda kerena cabai dengan bawang tidak masuk komoditas internasional, kalau kedelai komoditas internasional tidak bisa importir seenaknya spekulasi menaikkan harga, dia ketahuan harganya, bisa dikalkulasi," ungkapnya.

"Jangankan itu, perajin bisa mengkalkulasikan harga impor, perajin kedelai itu tahu tempe," tambahnya.

Dia melanjutkan, pada tahun 2013-2014 lalu Komisi Pengawas Persaingan Harga (KPPU) pernah turun tangan menangani masalah harga kedelai. Kala itu, Amerika dan Amerika Latin tengah dilanda kekeringan yang menyebabkan gagal panen dan mengerek harga kedelai internasional.

Dia bilang, masalah kartel yang juga dituduhkan pada saat itu juga tidak terbukti. "Sempat diproses KPPU tapi tidak terbukti kan," katanya.

Sebelumnya, Buwas menyebut, salah faktor harga kedelai mahal adalah lingkaran setan kartel-kartel importir kedelai. DIa mengaku itu sulit dibasmi.

"Kalau kita bicara bagaimana masalah jagung atau kedelai? Ya itu akar masalahnya, ada lingkaran setan yang sulit kita basmi kecuali bersama-sama," ungkap Buwas dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/2/2021).



Simak Video "Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Bogor Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)