Luhut Pesan 30 Juta Vaksin Sinopharm buat Program Vaksinasi Mandiri

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 11:44 WIB
Luhut Binsar Panjaitan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Foto: Luhut Binsar Panjaitan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah sudah bekerjasama dengan produsen vaksin Sinopharm dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksin mandiri yang akan dilaksanakan di Tanah Air.

Pemilihan Sinopharm ini juga diharapkan tidak mengganggu program vaksinasi yang dijalankan pemerintah kepada tenaga kesehatan dan masyarakat.

"Presiden respon cepat dan saya diperintahkan presiden dan yang paling dekat itu China. Kami sudah engage dengan Sinopharm," kata Luhut dalam acara Economic Outlook 2021 di CNBC Indonesia TV, Kamis (25/2/2021).

Beberapa waktu lalu, Luhut mengaku sudah bertemu dan berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri China mengenai pengadaan vaksin Sinopharm. Dia bilang, vaksin ini nantinya akan dialokasikan menjadi vaksin mandiri.

Hasil dari pembicaraan itu, Luhut mengaku pihak produsen bersedia mengalokasikan 15 hingga 30 juta dosis.

"Jadi kami akan alokasikan untuk yang mandiri, tadinya tahap pertama 100 ribu, 5 juta, dan 15 juta. Dan saya bilang bisa nggak 15 juta dan 30 juta, dan mereka bilang oke brother, saya lihat apa yang bisa saya buat. Tapi yang pasti angka itu bisa ditingkatkan," jelasnya.

Lebih lanjut Luhut mengungkapkan, vaksin Sinopharm ini akan masuk pada Maret 2021 dan diperkirakan akan ada 2 juta dosis yang siap masuk Tanah Air. Jika vaksin asal China itu masih kurang, maka pemerintah akan bekerja sama dengan produsen lain seperti Novavax dan Johnson & Johnson.

"Setelah Sinopharm, kita juga engage Novavax dan Johnson & Johnson, semua negara rebutan, ada 180 negara yang belum dapat. Kita sih confidence," ungkap Luhut.

Lihat juga Video: Serbia Terima Vaksin Sinopharm dari China

[Gambas:Video 20detik]



(hek/fdl)