Peluas Pasar, Pesaing Tesla Asal China Mau Meluncur ke Eropa dan AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 11:34 WIB
Sebuah perusahaan rintisan global, NextEV telah memperkenalkan mobil listrik terbaru yang diklaim sebagai mobil listrik tercepat, yakni Nio EP9.
Foto: Pool (Motor1)
Jakarta -

Produsen mobil listrik asal China, Nio berencana memperluas pasar ke Eropa dan Amerika Serikat (AS). Namun, pesaing Tesla ini belum cukup yakin karena masih mengalami kerugian yang cukup tinggi pada kuartal IV-2020 dari prediksi.

Mengutip dari CNN, Rabu (3/3/2021) Dalam laporan keuangan perusahaan Nio (NIO) membukukan kerugian bersih hampir 1,4 miliar yuan setara Rp 3 triliun (kurs Rp 2.206). Pendapatan mencapai 6,6 miliar yuan sedikit lebih baik dari yang diharapkan.

Produsen mobil listrik berharap pengiriman kuartal ini mencapai antara 20.000 dan 20.500 unit. Itu akan menjadi peningkatan dari 17.400 kendaraan yang terjual pada kuartal IV-2020, yang tercatat melonjak 45% dibandingkan kuartal III.

Saham Nio turun lebih dari 4% setelah jam kerja, meskipun itu mengikuti kenaikan hampir 9% selama perdagangan reguler. Setahun yang lalu, saham Nio di New York telah merosot, harganya kurang dari US$ 3 per saham, investor menyebut perusahaan itu gagal.

Saat ini, Nio berada dalam posisi yang sangat berbeda. Pasalnya sepanjang 2020 sahamnya meroket lebih dari 1.000%. Hal itu disebabkan penjualan SUV premiumnya meningkat. Hingga akhirnya Nio tidak perlu susah payah untuk mengumpulkan modal setelah mendapat suntikan modal US$ 1 triliun dari investor dan pemerintah China.

Selain masih mengalami kerugian, rencana Nio untuk menjajaki pasar luar negeri dikatakan belum cukup mampu. Pasalnya sebagai perusahaan yang bernilai US$ 78,3 miliar dan harga saham US$ 50, Nio baru mampu menjual 43 ribu mobil pada 2020.

Sedangkan, menurut Pendiri perusahaan konsultan Sino Auto Insights yang berbasis di Beijing, sebagai sebuah produsen mobil dikatakan sehat dan mampu bersaing jika mampu melakukan 10 ribu dan 12 ribu unit pengiriman dalam sebulan.

Pada bulan Januari, Nio meluncurkan ET7 sedan andalan pertamanya. Langkah tersebut dipandang oleh beberapa analis sebagai upaya bersaing dengan Model 3 Tesla yang populer, yang juga diproduksi secara lokal di China.

Tesla telah membuat gebrakan besar di China. Meskipun kini perusahaan itu mengalami pengawasan ketat dari pemerintah China. Bulan lalu, produsen mobil listrik AS yang dijalankan oleh Elon Musk dipanggil oleh pejabat China untuk menghadapi pertanyaan tentang kualitas mobil buatan China.

Lihat juga Video: Ngulik Tesla Model 3 Milik Polri untuk Patroli

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)