Pabrik Raksasa Nggak Perlu Impor Komponen Ini, RI Bisa Bikin Sendiri

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 14:05 WIB
PT Bakrie Tosanjaya akan menginvestasikan Rp 300 miliar tahun ini untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga lebih dari 50 persen di karenakan meningkatnya permintaan otomotif di tanah air, Selasa (30/4/2013).
Ilustrasi Industri Onderdil Mesin (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan gencar menyuarakan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) atau meningkatkan serapan komponen lokal dalam berbagai proyek yang dilakukan di Indonesia.

Dalam kaitannya dengan industri manufaktur, roda gigi menjadi salah satu komponen penting pada sejumlah pabrik yang menggunakan banyak mesin dan alat berat. Sayang, dulu komponen ini tak banyak tersedia di Indonesia sehingga seringkali harus diimpor dari luar negeri untuk pengadaannya.

"Sebelumnya, apabila pabrik-pabrik besar di Indonesia memiliki kebutuhan untuk roda gigi dengan teknologi gear grinding maupun produksi double helical gear dan spiral bevel, mereka akan pergi ke Eropa untuk mencari kualitas roda gigi terbaik," kata pendiri PT Seraya Perkasa Mututama, Suwandi, belum lama ini.

Namun kini, masalah komponen tersebut tampaknya sudah bisa diatasi. Para pelaku industri tak perlu lagi mengimpor komponen roda gigi ini dari luar negeri karena komponen tersebut sudah tersedia di dalam negeri.

Adalah PT Seraya Gears menjadi pabrik manufaktur dan refurbish gearbox bersertifikat ISO 9001:2015 pertama dan satu-satunya di Indonesia. Pabrik roda gigi yang terletak di Cikarang Pusat, Indonesia ini memiliki mesin dengan kapasitas sampai dengan diameter 5,5 meter, dilengkapi dengan mesin gear grinding. Tidak sampai disitu, pabrik roda gigi dengan 100% produk Indonesia ini juga mampu memproduksi double helical gear dan spiral bevel.

"Sekarang di Indonesia, kita sudah mampu memproduksi dengan kualitas yang sama, karena menggunakan mesin dan teknologi yang sama," sambung dia.

Saat ini, produknya telah digunakan PT Pertamina (Industri minyak), PT Badak NGL (Industri gas), PT Pusri (Industri pupuk), PT Indocement (Industri Semen), RAPP (Industri pulp & paper) dan pabrik-pabrik raksasa lainnya.

"Setelah selesai proses refurbish atau rekondisi, Seraya Gears selalu melakukan test run di tempat kami untuk mengambil data noise & vibration. Tes dan data ini untuk memperlihatkan kualitas gearbox, hasil dari proses refurbish. Di Indonesia, pabrik manufaktur roda gigi dengan ISO yang menggunakan tes dan data ini hanya PT Seraya. Tanpa tes dan data ini, kualitas gearbox sangat diragukan dan memiliki resiko kerusakan yang lebih parah di kemudian hari," jelas Direktur Utama PT Seraya Perkasa Mututama Mario Shandy.

Sudah seharusnya, Indonesia menjadi negara yang tidak lagi dianggap sebelah mata. Bukan hanya perekonomian yang harus semakin baik, tetapi sarana dan prasarana dalam menunjang pertumbuhan ekonomi juga harus menjadi semakin baik.

"Indonesia adalah negara yang besar. Pabrik-pabrik besar disini tidak mau mengambil resiko untuk melakukan refurbish gearbox dengan kualitas buruk. Dalam satu hari, apabila mereka berhenti produksi karena gearbox yang bermasalah akibat kualitas refurbish yang buruk, ruginya sudah puluhan milyar, bayangkan untuk proses refurbish gearbox yang bisa mencapai waktu 3 minggu, bisa berapa ratus milyar kerugiannya? Oleh karena itu, sekarang di Indonesia mereka punya PT Seraya sebagai pilihan utama," tegas Konsultan Bisnis & Pemasaran PT Seraya Perkasa Mututama, Adythia Pratama.



Simak Video "Black Shark Curhat Sulitnya Menembus Sertifikasi TKDN"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)