Ada IBC, Erick Thohir Pastikan Baterai Kendaraan Listrik Dibuat di RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 19:15 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Indonesia resmi memiliki holding baterai kendaraan listrik sejalan dengan lahirnya Indonesia Battery Corporation (IBC). Nantinya, holding ini akan membuat perusahaan patungan atau join venture dengan mitra di bagian-bagian rantai pasoknya.

Adapun perusahaan mitra yang ada saat ini CATL dan LG Chem. Nantinya, perusahaan patungan ini dibuat dengan komposisi yang berbeda-beda.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, dalam pengembangan baterai kendaraan yang terintegrasi ini, pihaknya akan menguasai dari sisi hulu. Erick melanjutkan, untuk baterai kendaraan motor pihaknya akan menjadi leading sector. Sementara, untuk baterai kendaraan mobil, pihak mitra yang akan menjadi leading sector.

"Tadi disampaikan di hulunya kita mayoritas, di turunannya kita minoritas tapi transfer teknologi kita diberi kesempatan. Tapi khususnya baterai motor dan baterai stabilisator kita menjadi leading sector, untuk yang mobil memang tadi karena kemampuan daripada partner menjadi global player ya mungkin kita dalam posisi yang lebih mengalah," kata Erick dalam konferensi pers, Jumat (26/3/2021).

Erick menekankan, terpenting dalam pengembangan baterai kendaraan listrik ini ialah semua pabriknya dibuat di Indonesia.

"Tapi ujung-ujungnya bagaimana kita mengunci hilirisasi ini harus bermanfaat bagi Indonesia tidak hanya bagi market tapi pertumbuhan tenaga kerja yang terukur karena semua pabriknya dibuat di Indonesia," katanya.

Senada, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury meski beberapa di hilir minoritas tapi semua produksinya di Indonesia. Hal ini untuk memastikan agar nantinya produk dari hulu tidak diekspor.

"Ini yang memang arahan Pak Menteri untuk memastikan dari up stream jangan sampai lalu ekspor keluar, nanti pada saat membutuhkan baterai untuk memproduksi EV-nya justru impor lagi dari ke negara lain," ujarnya.

"Tujuannya dari awal kita harus memastikan karena memang yang namanya baterai masa depan, kita memang melakukan produksinya di Indonesia. Tadi ada keinginan 70% apa yang diproduksi hulu kita ke bawah ke hilir. Kedua kita ingin membangun ini terintegrasi jangan sampai kita punya kekuatan di hulunya Antam dan MIND ID tapi tidak bisa kendalikan pastikan masuk ke bawah, ini yang juga makanya kita bentuk holding secara bersama-sama," katanya.

Ketua Tim Kerja percepatan dan Pengembangan EV Battery Agus Tjahjana mengatakan, untuk di hulu pihaknya akan menguasai mayoritas atau di atas 51%.

"Kedua kita sedang mencoba mengusahakan di antara step-step itu berbeda, bergerak di antara 25-40%," ujarnya.

Simak juga video 'Erick Thohir Minta 3 BUMN Bikin Baterai Mobil Listrik tahun 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)