2030, Kendaraan Listrik Bakal Merajalela di Indonesia

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 18 Apr 2021 21:33 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) meninjau mobil listrik di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021). Kementerian Perhubungan mensosialisasikan kendaraan ramah lingkungan untuk menekan emisi gas buang dan konversi motor listrik berbasis baterai buatan UMKM dalam negeri. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Pemerintah terus melakukan upaya agar penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) semakin masif di Indonesia. Targetnya di 2030 kendaraan listrik sudah merajalela di Indonesia.

"Pak Menko sudah menugaskan kami membuat roadmap di mana di 2030 sudah signifikan kendaraan listrik itu sudah digunakan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara sosialisasi kendaraan listrik di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021).

Budi mengatakan kendaraan menggunakan bahan bakar fosil yang ada saat ini menimbulkan berbagai masalah. Pertama polusi dan kedua ketersediaannya yang terus menurun, sementara penggunaan kendaraan berbasis bahan bakar fosil terus meningkat.

"Nah substitusinya adalah bagaimana kita meningkatkan kendaraan listrik ini menjadi apa yang digunakan oleh masyarakat," tambahnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memiliki strategi melakukan kerjasama dengan berbagai kendaraan berpenumpang seperti bus dan taksi.

Budi menjelaskan tujuannya adalah jika bus dan taksi sudah banyak yang menggunakan baterai maka akan diiringi dengan pertumbuhan stasiun pengisian listrik (charging station) yang juga masif. Jika charging station sudah cukup banyak, dia percaya masyarakat dengan sendirinya akan ikut menggunakan kendaraan listrik.

"Saya juga sudah mengirimkan surat kepada dirut PLN dan kepada Menteri BUMN untuk paling tidak ada 20 titik stasiun termasuk stasiun Bekasi Timur ada charging station," tuturnya.

"Setelah masif pasti akan jadi suatu keinginan masyarakat karena mudahnya melakukan charging tersebut. Oleh karena itu saya berharap PLN bisa melaksanakan itu," tambahnya.



Simak Video "Motor Listrik Rp 17 Jutaan Buatan India, Ludes Terjual Dalam Dua Jam"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)