Jadi 'Senjata' Pulihkan Ekonomi, Jaminan Mutu Vaksin Disorot

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 09 Mei 2021 08:04 WIB
Vaksin Pfizer Mungkin Perlu Dosis Ketiga, Lalu Vaksinasi Tiap Tahun
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa vaksinasi merupakan salah satu upaya menanggulangi pandemi COVID-19 sebagai upaya penting dalam rangka pemulihan ekonomi. Setelah jutaan dosis dan bahan baku vaksin tiba di di tanah air, tantangan besar berikutnya adalah distribusinya melalui rantai dingin.

Rantai dingin atau cold chain terdiri dari lemari es danfreezer untuk menyimpan vaksin di fasilitas utama, dan kotak penahan dingin vaksin (vaccine carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan vaksinasi khususnya yang memiliki tantangan geografis yang tidak mudah seperti jalur-jalur kota/kabupaten menjuju kelurahan/desa di seluruh tanah air.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Keberhasilan program imunisasi/vaskinasi tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan rantai dingin(cold chain) hingga ke Puskesmas agar mampu menjaga serta menjamin kualitas vaksin yang diberikan kepada sasaran.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar), Yahya Zaini mengingatkan, beragam kesulitan yang dihadapi pemerintah terkait vaksin COVID-19 jangan sampai membuat turunnya kualitas, bahkan dapat rusak, ketika akan disuntikkan ke masyarakat.

"Inilah yang harus terus diawasi. Jangan sampai sia-sia vaksinnya. Di sini pemerintah harus menjamin kualitas vaksin yang ada, dari sejak produksi, distribusi, hingga digunakan ke masyarakat, itu semua aman dan efektif," ujar Yahya, Rabu (5/5/2021).

Selanjutnya, Yahya mengimbau supaya pemerintah tidak bersikap asal dalam proses merawat atau menyimpan vaksin yang telah tersedia.

Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi disebutkan bahwa vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 s.d 8 ºC untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan pada suhu -15 s.d -25 ºC untuk vaksin yang sensitif panas. Apakah semua pihak telah menggunakan standar yang sama?

"Kita pantau terus bahwa vaksin patut aman secara distribusi sekaligus ruang penyimpanannnya memenuhi standar prosedur yang layak. Supaya vaksinasi memang ada hasilnya untuk menghentikan pandemi ini," ucap Yahya.

Tidak kalah penting, penggunaan perangkat pendingin sesuai standar teknis adalah kunci utama memastikan keamanan vaksin sampai ke masyarakat. Bahkan, Direktorat P2P melalui petunjuk teknis pelayanan imunisasi/vaksinasi selama pandemi COVID-19 dituliskan bahwa pada setiap cold box atau vaccine carrier harus disertai dengan indikator pembekuan.

Oleh sebab itu, bagi Yahya, sinergi dengan pihak lain maupun sosialisasi informasi rutin ke publik dirasa penting diimplementasikan pemerintah agar membentuk keyakinan yang kokoh terhadap program vaksinasi.

Pada awal 2021 saat meninjau Gudang penyimpanan vaksin sinovac Gubernur Jawa Tengah mewanti-wanti seluruh aparatur Provinsi Jawa Tengah. Rantai dingin atau cold chain menjadi sistem alur yang menjamin kualitas vaksin tidak rusak. Untuk itu diperlukan fasilitas penunjang seperti lemari es dan freezer untuk menyimpan vaksin, serta dan kotak penahan dingin (vaccine carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan

"Sistem distribusinya dan secara aturan memang ini tidak gampang mengelolanya, harus betul-betul prudent, hati-hati betul. Istilahnya harus ada rantai dingin, cold chain," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan sebanyak 181,5 juta atau 70 persen masyarakat Indonesia dapat disuntik vaksin COVID-19 sehingga dapat menciptakan kekebalan komunitas.

Sesuai protokol keamanan serta menjaga kualitasnya, maka vaksin harus disimpan di area pendingin khusus atau cold chain dengan temperatur 2-8 derajat celcius.

(dna/dna)

Tag Terpopuler