Bio Farma Dapat Bahan Baku Vaksin Corona 73 Juta, Tapi Baru Produksi 51 Juta

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 16:51 WIB
Petugas tenaga kesehatan memberikan vaksin Astrazeneca kepada warga di kawasan RW 01 Sunter Agung dan Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (24/5/2021). Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 resmi disetop. Namun Vaksin AstraZeneca selain batch CTMAV547 tetap digunakan dalam program vaksinasi nasional.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia pagi tadi kembali kedatangan bahan baku vaksin COVID-19 dari Sinovac sebanyak 8 juta dosis. Hal ini semakin menambah jumlah bahan baku vaksin COVID-19 yang dimiliki Indonesia.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan pihaknya telah mengantongi bahan baku vaksin Sinovac sebanyak 73,5 juta dosis. Dari jumlah itu, baru sebanyak 51,35 juta dosis yang sudah diproduksi.

"Tadi pagi ada kedatangan bahan baku 8 juta dosis sehingga dari 65,5 juta dosis sudah bertambah jadi 73,5 juta dosis. Total dari semua bahan baku yang sudah kita terima itu kita sudah melakukan produksi menjadi 51,3 juta dosis yang sudah siap vaksinnya," katanya dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (25/5/2021).

Honesti menjelaskan dari jumlah vaksin COVID-19 yang sudah diproduksi itu, sebesar 32,3 juta dosis telah didistribusikan ke seluruh provinsi kabupaten/kota. Dari semua yang sudah kita distribusikan itu, sebanyak 24,64 juta dosis sudah disuntikkan kepada masyarakat.

"Kita sudah bikin plan bagaimana rencana produksi kita dan rilis produksi. Total yang akan kami deliver kepada pemerintah untuk vaksin COVI-19 itu sampai Oktober tahun ini sejumlah 125,5 juta dosis di mana terdiri dari 3 juta dosis vaksin jadi, dan 122,5 juta dosis yang akan kami produksi," imbuhnya.

Selain vaksin Sinovac, vaksin lainnya juga akan terus masuk ke Indonesia. Vaksin Astrazeneca misalnya, sudah ada 6,4 juta dosis yang masuk dan direncanakan akan masuk tambahan pada bulan Juni mendatang.

"Vaksin Astrazeneca ini ada dua jenis yang pertama kita dapat donasi dari Covax Facility ini sifatnya gratis, donasi dan sudah masuk ke Indonesia sebanyak 6,4 juta dosis dari komitmennya. Mungkin nanti lebih dari sekitar 11,3 juta dosis. Ini sudah mulai kita distribusikan dan berikan vaksinasinya kepada masyarakat. Juga ada jenis vaksin Astrazeneca yang sifatnya B2B langsung deal antara Bio Farma dengan Astrazeneca global dan direncanakan akan masuk ke Indonesia di minggu kedua atau ketiga Juni nanti," tuturnya.

Selain itu, ada juga 50 juta dosis vaksin COVID-19 dari Novavax yang akan tiba di Indonesia pada Agustus-September tahun ini.

"Masih ada di part line kita yaitu Pfizer ini masih kami harap sekitar Juni-Juli ini akan selesai deal supply agreement-nya dengan pemerintah karena memang masih ada yang belum disepakati. Info terakhir yang kita dapat dari Kemenkes ini adalah proses finalisasi yang kita harapkan Juni-Juli mungkin sudah selesai dan bisa segera didistribusikan masuk ke Indonesia dan disuntikkan ke masyarakat," tambahnya.

Lihat Video: 7,5 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Akan Dikirim ke Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



(aid/fdl)