Momentum Pembenahan KFD, Masyarakat Bisa Ikut Awasi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 10 Jun 2021 15:50 WIB
Verdi Budidarmo Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur BCA dan Agus Chandra Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika tengah memperhatikan karyawan yang menerima vaksin gotong royong COVID 19 di Menara BCA, Jakarta, Senin (24/5/2021).
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Sejumlah upaya perbaikan secara besar-besaran dilakukan pemerintah untuk membenahi PT Kimia Farma Diagnostik (KFD), cucu PT Kimia Farma Tbk. Perbaikan itu dilakukan buntut kasus antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Perbaikan memang tak main-main. Menteri BUMN Erick Thohir sampai memberhentikan semua direksi perusahaan. Setelah itu, pejabat baru ditunjuk yakni Agus Chandra sebagai Plt Direktur Utama KFD dan Abdul Azis sebagai Plt Direktur. Mereka mengemban tugas besar menjalankan tugas dari pemerintah.

Plt Direktur Utama KFD Agus Chandra menegaskan, selain penyegaran manajemen, internal perusahaan juga memastikan seluruh klinik dan laboratorium KFD di seluruh Indonesia sudah memenuhi dan menjalankan SOP. Menurutnya, tindakan penyegaran manajemen KFD adalah salah satu langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja secara menyeluruh.

"Kami sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut KFD diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan citra KFD dalam memberikan layanan klinik dan laboratorium sesuai dengan SOP dan GCG PT Kimia Farma Diagnostika," ujarnya dalam keterangan tertulis 16 Mei 2021 lalu.

Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam mengatakan, perombakan tersebut menjadi momentum perbaikan di semua lini bisnis Kimia Farma. Tentu, perusahaan juga harus bekerja keras untuk memperbaiki kinerja dan belajar dari pengalaman.

"Ini tolong diperhatikan betul. Harus kerja keras. Jadikan masalah kemarin sebagai momentum pembenahan semua lini usaha Kimia Farma," katanya kepada Detik.com saat dihubungi, Rabu (9/5/2021).

Dalam serangkaian rapat dengan BUMN, lanjutnya, ia menyampaikan sejumlah hal seperti perlunya dilakukan audit ulang terhadap keseluruhan proses bisnis dan operasional di seluruh anak usaha Kimia Farma dan disampaikan ke publik. Menurutnya, hal itu penting untuk menumbuhkan reputasi yang telah tercoreng karena masalah antigen bekas.

Selanjutnya, ia menuturkan, bisnis farmasi berhubungan dengan nyawa orang. Ia pun meminta agar Kimia Farma dan seluruh kelompok usahanya untuk membuat pakta integritas dimana bila ada kasus yang menyalahi prosedur teknis medis, harus mundur dari jabatannya.

"Jadi ini menjadi tanggung jawab juga direksi Kimia Farma sebagai induk KFD. Dengan demikian, direksi Kimia Farma akan semakin ketat dan intens turun mengevaluasi seluruh operasional bisnis anak dan cucu usahanya," terangnya.

Sementara, Pengamat BUMN Toto Pranoto menuturkan, langkah Menteri BUMN Erick Thohir mencerminkan keinginan agar layanan BUMN farmasi benar-benar prima. Kemudian, tidak ada ruang sedikit pun untuk berbuat keliru. Hal itu, menurutnya, untuk membangun kepercayaan publik atau masyarakat.

"Karena di industri layanan jasa maka trust adalah paling utama. Kalau sudah hilang trust dari publik pertanda bisnis terancam hancur. Sikap menteri BUMN saya kira tepat dalam merestorasi kepercayaan publik kepada KAEF (Kimia Farma) group," katanya.

Ketika ditanya apakah hal tersebut cukup efektif meningkatkan layanan perusahaan ke publik, Toto menyerahkan ke masyarakat untuk menilai sendiri.

"Ya semestinya ada perbaikan mendasar di standar operating procedure (SOP) di pelayanan kepada konsumen. Ini langkah basic sekali. Apakah sudah diimplementasikan? Silakan cek ke manajemen perusahaan dan customer pengguna," katanya.

KFD sendiri terlibat dalam vaksinasi Gotong Royong. Sejumlah perusahaan juga telah memberikan vaksin pada karyawannya. Pada 18 Mei 2021 lalu, Grup Astra melalui PT Astra Otoparts Tbk (AOP) dan PT United Tractors Tbk (UT) menggelar vaksinasi bagi 2.000 karyawannya dengan didukung oleh PT Kimia Farma Tbk.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro mengatakan ke depan sebanyak 300.000 karyawan Grup Astra di seluruh Indonesia beserta keluarga akan disuntik vaksin secara bertahap, mengikuti ketersediaan vaksin yang dikoordinasikan oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kick-off Vaksinasi Gotong Royong untuk Pekerja yang diselenggarakan oleh Kadin, serta ditinjau secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Pada tahap awal ini tercatat ada 18 perusahaan, termasuk AOP dan UT yang ikut serta dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

"Grup Astra menyambut baik program Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong untuk pekerja yang mulai dilaksanakan kemarin karena kesehatan dan keselamatan karyawan selalu menjadi prioritas utama perusahaan sejak awal pandemi COVID-19. Semoga partisipasi Grup Astra dapat membantu pemerintah dalam mempercepat terwujudnya herd immunity agar dapat mendorong pemulihan perekonomian nasional," ujar Djony dalam keterangan tertulis, Rabu (19/5/2021).

Djony menjelaskan Kimia Farma, melalui cucu usahanya PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menjadi penyedia fasilitas pelayanan kesehatan untuk proses Vaksinasi Gotong Royong bagi karyawan AOP dan UT serta keluarga inti mereka. Diungkapkannya pelaksanaan pemberian suntik vaksin kepada karyawan berlangsung lancar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Industri perbankan juga telah menjalani vaksinasi gotong royong, salah satunya PT Bank Centra Asia Tbk atau BCA. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya mendukung percepatan program vaksinasi bagi karyawan karena industri perbankan merupakan sektor esensial yang diperbolehkan tetap beroperasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) yang selama ini berada di zona risiko dalam memberikan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat. Vaksinasi tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi BCA dalam mendukung program pemulihan ekonomi melalui kekebalan komunal di tengah masyarakat.

"Kami bersyukur menjadi bank pertama yang melaksanakan vaksinasi Gotong Royong untuk karyawan. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memberikan pelayanan yang optimal, dan menjamin rasa aman dan nyaman bagi karyawan BCA dan keluarganya, serta segenap nasabah," kata Jahja.

Menghadapi tantangan dari banyak pihak untuk segera memperbaiki kinerja perusahaan, Plt Direktur Utama KFD Agus Chandra kembali menegaskan tentang komitmen pembenahan internal dalam semua bentuk pelayanan kesehatan yang saat ini tengah dilakukan.

Bukan hanya tentang pelaksanaan swab antigen, saat ini sambung Agus, pihaknya berkomitmen untuk memastikan program vaksinasi Gotong Royong berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar operasional procedur (SOP).

"Kami sudah mempersiapkan vaksinasi ini sejak November 2020 sehingga bisa membawa Indonesia lebih sehat. Dalam pelaksanaannya kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar perusahaan-perusahaan dapat kembali berproduksi dengan normal. Dengan demikian, diharapkan perekonomian bisa segera pulih," kata Agus Chandra.

(acd/dna)