Holding PTPN Mau Bentuk Pabrik Gula, Butuh Duit Rp 23 T

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 13:23 WIB
Ilustrasi Cerobong Asap Pabrik
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Perkebunan Nusantara/PTPN III sebagai holding PTPN berencana membentuk PT SugarCompany (SugarCo). Nantinya tujuh anak usahanya di bidang gula akan digabungkan.

Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan penggabungan ini bagian dari restrukturisasi bisnis gula yang dirancang perusahaan agar produksi komoditas ini bersaing dengan produsen lain dan gula impor.

"Selama ini tujuh PTPN masing-masing memiliki PG, nantinya tujuh PTPN itu akan kita jadikan satu entitas yang namanya SugarCo membawahi PG-PG," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (21/6/2021).

Nantinya PTPN III akan menggandeng Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk mencari investor dalam SugarCo.

Abdul Ghani menyebut perlunya menggandeng investor salah satunya untuk membantu dana pembentukan SugarCo yang dibutuhkan sekitar Rp 23 triliun. Dana itu untuk rencana pembangunan lima pabrik dan revitalisasi satu pabrik.

"Di dalam target ke depan terutama kami mengarah ke SugarCo Agressive itu dibutuhkan paling tidak Rp 23 triliun investasi untuk membangun ada rencana lima pabrik baru dan satu pabrik yang lama direvitalisasi," imbuhnya.

Selain itu juga akan ada perluasan area tanam tebu dari 55.000 hektare (Ha) menjadi 85.000 Ha untuk mendongkrak hasil produksi gula. Abdul Ghani tidak mau hal itu dilakukan hanya di lahan-lahan yang sudah ada di wilayah Jawa.

"Kalau kita terlalu memaksakan di Jawa hanya berdasarkan lahan yang ada, kita khawatir akan mengganggu swasembada beras jadi PTPN akan membebaskan lahan sendiri terutama lahan-lahan HGU yang ada di Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur itu tanaman karet sebagian sawit kita akan konversi ke gula," imbuhnya.

(aid/fdl)