GeNose Dikaitkan Ledakan COVID-19, Dirjen KI: Jangan Salahkan Alatnya!

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 15:24 WIB
Pemkot Tangerang menggalakan uji tes COVID-19 untuk menekan penyebaran corona. Di Kelurahan Sudimara Barat, Kota Tangerang, tes dilakukan dengan metode Genose C19.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Di tengah lonjakan kasus positif COVID-19 banyak pihak yang menyoroti keberadaan GeNose. Alat tes melalui embusan napas itu diminta dicabut dari syarat perjalanan karena tingkat keefektifan yang rendah bisa menimbulkan hasil positif atau negatif palsu.

Menanggapi itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (KI) Kemenkumham Freddy Harris mengatakan lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini tidak ada hubungannya dengan keberadaan GeNose. Pihaknya sendiri berperan sebagai pemberi hak paten.

"Bukan alatnya tapi perilaku masyarakat yang harus dibenahi. Alat nggak membuat dia (kasus COVID-19) menjadi naik atau menjadi turun, tapi perilaku masyarakat," kata Freddy, Kamis (24/6/2021).

Freddy meminta agar masyarakat mendukung keberadaan GeNose yang produknya buatan lokal Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. Meskipun, dia memahami bahwa ke depannya ada hal-hal yang harus diperbaiki.

"Di Australia nggak pakai GeNose meningkat, di banyak negara juga meningkat. Jadi jangan mendiskriminasi buatan orang Indonesia. Jangan jadi antek-antek asing. PCR, antigen itu kan buatan asing, kita kan harus menghargai buatan orang Indonesia. Walaupun akurasinya masih 70-80% tapi lumayan, minimal untuk mengetahui sejak awal," tuturnya.

Ketika disinggung soal cara kerja GeNose yang hanya mendeteksi kandungan gas di uap napas, bukan virus, Freddy menyamakannya dengan alat tes COVID-19 lainnya.

"Cara kerja GeNose kan ditiup, semuanya kan based on engine. Nanti dilihat engine apa yang ada di dalam tubuh. Di situ kelihatannya gitu. (Bukan mendeteksi virus) sekarang kalau di PCR sama antigen memang mendeteksi virus? Enggak. Kalau mendeteksi virus artinya ada antivirus yang melihat, kan nggak juga. Itu kan cuma persoalan engine-engine," tuturnya.

Selain itu, keberadaan GeNose juga disebut sangat membantu untuk masyarakat menengah ke bawah melakukan tes awal COVID-19. Pasalnya biayanya lebih murah dibanding alat tes lainnya.

Simak Video: Apakah GeNose Dapat Mendeteksi Jenis Mutasi Baru Virus Corona?

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)