Mau Divaksinasi? Ini Bedanya Vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 29 Jun 2021 16:13 WIB
Australia Atur Ulang Program Vaksinasi Akibat Adanya Efek Samping Vaksin AstraZeneca
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Hingga saat ini Indonesia menggunakan tiga jenis vaksin Corona yakni vaksin Sinovac, vaksin Sinopharm, dan vaksin AstraZeneca untuk menekan penularan COVID-19.

Saat ini, vaksinasi sudah memasuki tahap ketiga yang menyasar masyarakat umum. Meski demikian, kelompok dengan kerentanan tinggi lebih diutamakan seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas. Demikian juga lansia yang belum semua mendapat vaksinasi Corona.

Dari ketiga jenis vaksin Corona yang digunakan di Indonesia, ini daftar efikasi hingga efek sampingnya.

Vaksin Sinovac

1. Efikasi
Baru-baru ini, vaksin Sinovac mendapat izin penggunaan darurat (EUL) dari WHO. Artinya, Sinovac dinilai memenuhi standar persyaratan internasional terkait mutu dan keamanannya.

Berdasarkan hasil uji klinis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan efikasi Sinovac sebesar 65,3 persen. Angka ini memenuhi persyaratan WHO yakni di atas 50 persen.

Riset awal pada tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang mendapatkan vaksin Sinovac menunjukkan efektivitas di dunia nyata sebesar 90 persen lebih.

2. Efek samping
Uji klinis di Bandung menunjukkan efek samping Sinovac bersifat ringan hingga sedang.

Efek samping lokal yang umum terjadi mencakup:
nyeri
indurasi atau iritasi
kemerahan
pembengkakan.
Sedangkan efek samping sistemik berupa:
myalgia atau nyeri otot
fatigue atau atau kelelahan
demam.

3. Dosis dan interval penyuntikan
Vaksin COVID-19 Sinovac memiliki dosis 0,5 ml per penyuntikan, dengan jarak penyuntikan pertama hingga kedua 28 hari pada dewasa berusia 18-59 tahun.

Simak video 'Selain Sinovac, Vaksin Pfizer Bakal Jadi Vaksinasi Anak Indonesia?':

[Gambas:Video 20detik]



Nah, itu vaksin Sinovac. Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm di halaman berikutnya.