Tok! Harga Ivermectin Paling Mahal Dipatok Rp 7.885/Tablet

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 15:23 WIB
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug.
Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye
Jakarta -

PT Indofarma Tbk telah memperoleh izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk generik Ivermectin 12 mg kemasan dus di mana 1 botol berisi 20 tablet. Izin edar diperoleh pada 20 Juni 2021 lalu.

Dalam keterangan Indofarma, Jumat (2/7/2021), Harga Netto Apotek (HNA) termasuk PPN untuk produk Ivermectin tablet 12 mg/botol isi 20 tablet yang ditetapkan oleh perseroan adalah Rp 123.200 atau setara dengan Rp 6.160 per tablet.

"Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) termasuk PPN adalah Rp 157.700 atau setara Rp 7.885 per tablet," bunyi keterangan tersebut.

Untuk distribusinya, produk Ivermectin dilakukan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang ditunjuk oleh perseroan untuk menyalurkan ke fasilitas kefarmasian sesuai dengan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

Saat ini produk Ivermectin dapat diperoleh melalui resep dokter di jaringan Apotek Kimia Farma dan Halodoc. Jaringan tersebut akan diperluas sesuai dengan kebutuhan penyaluran produk untuk masyarakat.

Perseroan memiliki kapasitas produksi Ivermectin eksisting 4,5 juta tablet/bulan dengan menggunakan satu lini fasilitas produksi. Guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat, perseroan akan meningkatkan kapasitas menjadi dua kali lipat atau lebih dari kapasitas eksisting.

"Dengan bahan baku yang telah tersedia maupun dalam proses pengiriman dari penyedia bahan baku di negara lain, rencana produksi perseroan untuk produk Ivermectin pada awal Juli 2021 sampai dengan Agustus 2021 sekitar 13,8 juta tablet," bunyi keterangan Indofarma lebih lanjut.

Sebagai informasi, Ivermectin telah mendapat lampu hijau untuk uji klinis obat COVID-19. Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengumumkan uji klinis untuk Ivermectin sebagai obat COVID-19 segera dilakukan.

"Kesempatan ini untuk memberikan keterangan berkaitan dengan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) yang akan menjadi obat COVID-19," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (28/6/2021).

Simak Video: Produsen Ungkap Penyebab Langkanya Ivermectin di Pasaran

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Obat Terapi COVID-19 Ivermectin Kantongi Izin BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)