Bahan Baku Tekstil Langka, Pelaku IKM Ramai-ramai Minta Solusi Pemerintah

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 05 Jul 2021 09:31 WIB
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait Pemberlakuan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS)/Safeguards terhadap impor tekstil dan produk tekstil (TPT) sudah berjalan 1,5 tahun. Namun, para pelaku industri tersebut menilai belum merasakan perubahan terkait kelangkaan bahan baku tekstil.

Salah satu contohnya seperti dialami pelaku IKM di sektor konveksi di daerah soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat, Asep Setia terkait jenis kain yang banyak digunakan oleh para pelaku IKM di sektor konveksi di daerahnya kini mengalami kelangkaan.

Jika stok dari jenis bahan baku tersebut ada, jumlahnya tidak dapat mencukupi permintaan dan kebutuhan yang tinggi, hal tersebut juga di perburuk dengan harga jual bahan baku tersebut yang mengalami kenaikan signifikan dengan rentang 20% sampai dengan 30% per yard nya.

Sebagai informasi tambahan bahwa jenis kain tersebut merupakan jenis jenis kain yang hanya dilakukan proses pencelupan atau printing di pabrik pencelupan lokal, sementara bahan baku dasar jenis kain (greige) masih melakukan impor dari negara lain.

Hal senada juga dirasakan pelaku IKM sektor konveksi lainnya, Jamal. Di mana menurutnya, kelangkaan bahan baku greige untuk industri knitting yang mana sebesar 90% digunakan untuk industri kreatif, terutama sebagai bahan baku dasar untuk tshirt dan lain lain sangatlah terasa, sehingga berimbas kepada output penjualan yang mengalami penurunan.

Hal Senada juga disampaikan Hariadi yang merupakan IKM konveksi di daerah Laweyan Kota Surakarta Jawa tengah, yang menjelaskan terkait komoditas bahan baku dasar (greige) based cotton dan rayon yang kini menjadi sangat langka, adapun terkait harga bahan baku tersebut juga terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Selain itu, ada juga pabrikan produksi pencelupan di daerah Wiradesa kota Pekalongan, Jawa Tengah yang bahkan saat ini hanya dapat berproduksi apabila hanya ada pesanan. Dimana beberapa pabrik tersebut memiliki ketersedian bahan baku yang terbatas, itu pun hanya mereka peruntukan bagi para customer lama mereka, tentu saja kejadian itu menjadi kendala yang dikarenakan kelangkaan bahan baku. Sehingga bagi para pelaku IKM khususnya di sektor konveksi di daerah tersebut harus mencari daerah lain atau cara lain guna dapat memenuhi kebutuhan bahan baku mereka.