Buruh di Brebes Kesulitan Mendapatkan Vaksin Corona

Imam Suripto - detikFinance
Selasa, 06 Jul 2021 18:30 WIB
Seorang dokter tengah menyuntikan vaksin COVID-19 di Rumah Sakit swasta daerah Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). Rumah Sakit swasta ini mulai menyuntikan vaksin covid-19 bagi para Tenaga Kesehatan (Nakes) di sebagian daerah Jakarta Selatan.
Indonesia Terus Genjot Vaksinasi COVID (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Brebes -

Para buruh di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merasa kesulitan mendapatkan vaksin corona dari pemerintah. Sementara vaksin gotong royong khusus bagi para pekerja jumlahnya sangat sedikit.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Brebes, Edy Suryono mengungkap, kalangan buruh selama ini merasa dibedakan dalam mendapatkan vaksin. Beberapa kali mengerahkan buruh untuk mengikuti vaksin massal selalu tidak dilayani. Kalaupun dilayani, hanya sebagian kecil yang mendapatkan vaksin.

"Jadi menurut saya dan teman teman Apindo lain, untuk pelaksanaan vaksin harusnya tidak perlu ada pembedaan, apa itu buruh atau masyarakat sipil lainya. Karena yang resiko terpapar COVID-19 ini kan tidak memandang buruh atau lainnya, Semuanya beresiko kena. Ada beberapa yang kami dengar kami tangkap, dan kami cross cek, pelaksanaan vaksin oleh pemkab itu bukan untuk buruh," ungkap Edy kepada wartawan Selasa (6/7/2021).

Meski demikian, Edy akan terus mengupayakan vaksin bagi para pekerja. Salah satunya adalah vaksin gotong royong. Hanya saja, persediaan vaksin ini sangat terbatas dan tidak mencukupi untuk memvaksin seluruh buruh yang ada.

Bicara vaksin untuk buruh, kami selaku apindo kami akan mengupayakan untuk buruh. Karena buruh ini juga masyarakat kab brebes

"Kami akan mengupayakan adanya vaksin untuk pekerja, istilahnya namanya vaksin gotong royong. Tapi vaksin gotong royong pun persedianya terbatas, sehingga jauh dari cukup untuk kebutuhan buruh. Sebagai contoh untuk perusahaan kami, baru mendapat untuk 138 orang, padahal jumlah karyawan ada 7000 orang lebih," bebernya.

Ke depan, Ketua Apindo Brebes berharap, Pemkab terbuka dalam pembagian vaksin. Artinya tidak membedakan antara buruh dan masyarakat lain. Terlebih, penyebaran virus di Brebes sudah cukup memprihatinkan, sehingga perlu upaya cepat dalam menekan penyebaran virus di masyarakat termasuk buruh.

"Kami selaku pelaku usaha berharap pemerintah terbuka, di mana vaksin ini adalah untuk semua warga Kabupaten Brebes termasuk buruh. Brebes kan penyebarannya sudah cukup memprihatinkan, sementara vaksin ini salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran virus," sambung dia.

Diwawancara terpisah, Sekda Brebes, Djoko Gunawan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi masih terkendala ketersediaan vaksin. Padahal Pemkab telah menyiapkan tenaga di 38 puskesmas.

"Pemda telah menyiapkan seluruh tim, kita ada 38 puskesmas, diluar itu juga ada spot spot lain seperti di Islamic Center. Jadi tiap hari ini itu harus siap 38 kalikan 200 orang yang siap divaksin. Jadi setiap hari siap 7.600 orang. Cuma masalahnya kiriman vaksin masih terbatas. Jadi ini bukan hanya di Brebes," terang Sekda.

Sekda menegaskan, buruh juga bisa mendapatkan hak yang sama dalam mendapatkan vaksin. Namun, akhir akhir ini peminat vaksin melonjak luar biasa banyak sehingga belum bisa menjangkau semuanya.

(dna/dna)