Segini Harga Obat COVID-19 Actemra dan Kevzara Rekomendasi WHO

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 08 Jul 2021 18:10 WIB
Para peneliti dari Universitas Oxford menemukan kemanjuran dari obat dexamethasone. Obat itu terbukti membantu menyelamatkan pasien Corona dengan sakit parah.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Matthew Horwood
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan penggunaan Actemra dan Kevzara sebagai obat untuk pasien COVID-19 pada Selasa lalu (6/7/2021). Rekomendasi ini berasal dari data yang menyebut bahwa kedua obat ini dapat "mengurangi risiko kematian dan kebutuhan akan ventilasi mekanis".

Mengutip Reuters, hasil data tersebut didapatkan dari penelitian yang melibatkan 10.930 pasien. "Kami telah memperbarui panduan perawatan perawatan klinis kami untuk mencerminkan perkembangan terbaru ini," kata pejabat Darurat Kesehatan WHO Janet Diaz dikutip dari CNBC, Kamis (8/7/2021).

Lebih lanjut, fakta menunjukkan kedua obat ini sebenarnya merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan radang sendi. Beberapa penyakit yang dapat diobati Actemra dan Kevzara adalah rheumatoid arthritis (RA), arteritis sel raksasa (GCA), arthritis idiopatik poliartikular aktif (PJIA), danarthritis idiopatik sistemik aktif (SJIA).

Selain mengobati penyakit sendi, kedua obat ini juga disebutkan dapat membantu memperlambat laju penurunan fungsi paru-paru pada orang dewasa. Namun keduanya baik Actemra dan Kevzara merupakan obat yang sangat keras sehingga harus digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

Sebelum dikonsumsi, dokter akan betul-betul melakukan screening yang ketat mengenai kemungkinan penggunaan obat ini kepada pasiennya. Bila tidak, akan muncul gejala-gejala yang sangat berat.

Perihal harga jual kedua obat tersebut, berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) Kemenkes, Actemra dijual dengan nama Tocilizumab. Tocilizumab 400 mg/20 ml infus dijual seharga Rp 5.710.600, dan Tocilizumab 80 mg/4 ml infus dibanderol seharga Rp 1.162.200.

Sedangkan untuk Kevzara, belum ada info resmi mengenai apakah obat ini telah masuk ke Indonesia atau belum. Namun di Amerika Serikat (AS), mengutip Drugs.com, obat ini sendiri dipatok dengan harga US$ 3.827 atau setara Rp 55 juta (kurs dolar Rp14.520) untuk dosis150 mg/1.14 mL.

(eds/eds)