Sudah Disuntik, Masih Boleh Ikut Vaksin Berbayar?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 19:29 WIB
Vaksinasi COVID-19 di Kota Bekasi terus dilakukan. Hari ini sebanyak 50.000 warga Bekasi  divaksin di Stadion Patriot Candrabhaga.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Vaksinasi gotong royong individu alias vaksin berbayar akan sejalan dengan program pemerintah. Vaksinasi tersebut ditujukan untuk masyarakat atau individu yang belum mendapatkan akses vaksin.

Program vaksinasi gotong royong ini bukan bertujuan untuk booster atau suntikan ketiga.

"Jadi memang tadi terlewat yang saya sampaikan bahwa vaksinasi gotong royong ini diperluas untuk individu tetap harus selaras program pemerintah. Artinya, ini diberikan untuk masyarakat atau individu yang belum mendapatkan akses. Belum mendapatkan akses untuk dosis 1 dan 2. Jadi bukan tujuannya untuk booster. Saat ini pemerintah belum mengeluarkan ketetapan bahwa masyarakat akan diberikan booster, belum," terang Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto dalam konferensi pers, Minggu (11/7/2021).

Dia juga mengatakan, masyarakat juga harus memilih. Jika ikut program vaksinasi gotong royong maka tidak boleh mengikuti program vaksin gratis pemerintah.

"Ini secara sukarela opsinya, dan ketika akan masuk program ini berarti harus milih, kita tidak akan ikut program vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah tapi ikut dalam program vaksinasi gotong royong," katanya.

Kembali, dia menekankan vaksin berbayar ini diprioritaskan untuk yang belum mendapat vaksin pertama dan kedua. Bukan untuk vaksin ketiga atau booster.

"Gotong royong skemanyanya yang mana apakah badan hukum atau indiividu. Berarti kita mau ambil individu tetap saja kita akan masukan yang bersangkutan dalam satu data, jadi tidak mungkin ada yang akan divaksin itu untuk mendapatkan booster tapi yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin pertama dan kedua," katanya.

(acd/dna)