Ikut Diterkam Ganasnya Corona, Pasokan Oksigen di Sebatik Aman?

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 18:48 WIB
Pasokan Tabung Gas di Kepulauan Sebatik
Foto: Pasokan Tabung Oksigen di Kepulauan Sebatik (Istimewa/Amran)
Nunukan -

Maraknya kenaikan kasus COVID 19 di Indonesia tidak terkecuali juga terjadi di Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Salah satu wilayah yang terdampak kenaikan kasus COVID 19 saat ini ada pulau Sebatik. Pulau terluar dan terdepan Indonesia ini, juga tak luput mengalami tekanan serupa dengan wilayah lain di Indonesia.

Sebatik, pulau dengan kepadatan penduduk nyaris 1 juta jiwa ini bisa jadi merupakan wilayah dengan manajemen penanganan COVID 19 yang cukup rapi. Lonjakan kenaikan COVID 19 di sana bisa tertangani dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, TNI POLRI serta peran tokoh masyarakat maupun pengusaha.

Salah satu yang disebut sebut berkontribusi besar dalam penanganan COVID 19 di Pulau Sebatik adalah Haji Momo. Dari semenjak kasus pertama diumumkan di Sebatik, sosok tokoh masyarakat inilah yang banyak memberikan kontribusi dengan berbagai dukungan baik bagi para nakes ataupun para warga yang terpaksa harus isolasi mandiri.

Kekhawatiran akan kelangkaan Oksigen juga sempat dirasakan oleh Camat Sebatik Timur, Wahyudidin. Dirinya mengatakan beberapa hari lalu saat kenaikan kasus di Sebatik mulai meningkat, iapun berinisiatif untuk menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat salah satunya Haji Momo yang kemudian dengan segala inisiatifnya memfasilitasi akses pengisian Oksigen bagi berbagai puskesma di seluruh Sebatik.

Tercatat lebih dari 50 Oksigen milik puskesmas puskesmas di Sebatik difasilitasi untuk pengisian Oksigen yang dilakukan di Tarakan dengan menggunakan kapal milik pengusaha yang juga pemiliki Aztrada 88 Sports Centre di Sebatik ini.

Selain itu dukungan lain yang juga diberikan Haji Momo kepada para warga dalam menghadapi pandemi ini diwujudkannya dengan memberikan dukungan medis serta akses sembako terutama bagi para pasien positif yang terpaksa harus melakukan Isoman.

Demikianlah keunikan pulau Sebatik menghadapi pagebluk ini. Semua lini bahu membahu melewati pandemi ini dengan semangat gotong royong. Boleh saja mereka hidup di perbatasan, tapi semangat kebangsaan mereka tak luntur karena pengaruh negara tetangga.

(dna/dna)