Raksasa Otomotif Jepang 'Keroyokan' Investasi Mobil Listrik di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 07:40 WIB
Kawasan Kota Jababeka Cikarang akan memiliki stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Kehadiran SPKLU itu guna dukung Program Percepatan Mobil Listrik.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indonesia kebanjiran investasi dari para raksasa otomotif Jepang. Pabrikan otomotif Jepang tertarik mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.

Mulai dari Toyota hingga Mitsubishi, ramai-ramai menambahkan suntikan modalnya ke Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

"Salah satu hasil dari pertemuan antara Kemenperin dengan beberapa prinsipal otomotif di Jepang Maret 2021 kemarin adalah tercapainya komitmen investasi dari berbagai produsen. Mereka komitmen membangun kendaraan berbasis listrik di Indonesia," papar Agus dalam acara Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021).

Agus menjelaskan Indonesia sudah menetapkan roadmap industri kendaraan listrik. Targetnya, hingga 2030 akan ada 600 ribu mobil listrik yang diproduksi di Indonesia.

"Dalam angka pengembangan electric vehicle, ditetapkan roadmap di 2030. Di tahun itu produksi kita targetkan ada 600 ribu unit untuk roda 4, dan roda dua mencapai 2,5 juta unit," papar Agus.

Dalam paparannya, Toyota Motor Corporation memberikan komitmen investasi sebesar Rp 63 triliun, hingga 2024 akan masuk sebanyak Rp 28,3 triliun. Toyota akan memproduksi 10 model mobil listrik hybrid, termasuk 5 model plug in hybrid.

Disebutkan juga, Toyota akan membantu membuat produk nasional Kijang menjadi mobil listrik hybrid di 2022. Serta memproduksi battery electric vehicle Lexus UX300e di tahun yang sama.

Bagaimana dengan Honda hingga Mitsubishi, apa saja komitmennya?

Honda Motor Company berkomitmen menyuntik dana sebesar Rp 6,2 triliun, dan akan masuk Rp 5,2 triliun hingga 2024. Mereka akan memproduksi Brio, Mobilio, dan model mobil listrik hybrid.

Selanjutnya, ada Suzuki Motor Corporation yang memiliki komitmen investasi sebesar Rp 21 triliun dan akan masuk Rp 1,2 triliun di awal. Mereka akan memproduksi Suzuki Ertiga Mild Hybrid di tahun 2022, dan Suzuki XL7 Mild Hybrid di tahun 2023.

Sementara itu, Mitsubishi Motor Corporation memberikan komitmen investasi sebesar Rp 11,2 triliun hingga 2024. Nantinya, Mitsubishi akan memproduksi Expander Hybrid di 2023.

Dalam paparannya disebutkan akan ada ratusan negara yang menjadi pasar ekspor produk-produk tersebut. Dari investasi-investasi tersebut, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 9 ribu orang.

Pemerintah sendiri memperkirakan pembelian kendaraan listrik roda empat akan mencapai 32.983 unit, sedangkan untuk kendaraan roda dua mencapai 398.530 unit di tahun 2030.

(hal/eds)