Rincian Obat Gratis yang Disebar Jokowi buat Pasien Isoman

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 08:00 WIB
Medication prepared for people affected by Covid-19, Remdesivir is a selective antiviral prophylactic against virus that is already in experimental use, conceptual image
Ilustrasi/Foto: iStock

Begini Cara Dapatnya

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan Presiden Jokowi telah memerintahkan TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan tersebut kepada masyarakat di wilayah Jawa dan Bali. Presiden meminta TNI memastikan obat-obatan tersebut sampai kepada tangan masyarakat yang membutuhkan.

"300 ribu paket obat-obatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang melaksanakan isoman, baik OTG (orang tanpa gejala) maupun ODG (orang dengan gejala) ringan. Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini, para babinsa akan didampingi oleh petugas dari Puskesmas maupun bidan-bidan desa di wilayah tersebut," kata Hadi.

Jajaran tim kesehatan kodam, termasuk kodim, koramil, dan babinsa, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan dan jajaran kepolisian dalam pendistribusian obat gratis ini.

"Harapan kita, kolaborasi antar-institusi ini akan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan isolasi mandiri," ujarnya.

Lantas, bagaimana syarat mendapatkan paket obat gratis dari pemerintah ini? Hadi menjelaskan, Puskesmas atau bidan desa akan melakukan pendataan secara detail sehingga nantinya obat gratis tersebut tepat sasaran.

Tentunya pendataan itu dan pendistribusiannya nanti akan diawasi oleh pihak kesehatan kodam, kodim, dan koramil serta para babinsa. Dalam pendistribusiannya, pihak Puskesmas atau bidan desa juga akan mendampingi.

"Pembagiannya akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Puskesmas dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Puskesmas, di antaranya hasil swab, dan memang masyarakat harus melaksanakan isolasi mandiri," ujarnya.

Sedangkan penyimpanan paket obat gratis dari pemerintah ini akan ditempatkan di kodim setempat. Ini dilakukan agar ada pengawasan, pendataan, atau pencatatan keluar-masuk obat.

"Saya imbau kepada masyarakat yang ada di desa, RT-RW, apabila ingin mendapatkan obat tersebut, silakan langsung menyampaikan kepada bidan desa, kemudian petugas-petugas Puskesmas. Setelah datanya ada, babinsa akan memberikan paket obat tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dan akan diantar dengan pendampingan bidan desa maupun petugas-petugas Puskesmas," imbuh Hadi.


(acd/eds)