Era Baru Industri Pesawat, Ada Jet Listrik dan Bisa Mendarat Vertikal

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 14:17 WIB
Maskapai Jet Test and Transport
Ilustrasi/Foto: (Jet Test and Transport)
Jakarta -

Perkembangan teknologi telah membawa era baru di industri pesawat terbang. Kini pesawat terbang dan mendarat secara vertikal, tidak perlu lagi landasan pacu yang panjang.

Melansir CNBC, Rabu (4/8/2021), adalah Lilium, perusahaan rintisan Jerman yang membuat jet listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal. Perusahaan telah mengumumkan akan menjual 220 pesawat kepada maskapai Brazil, Azul Linhas Aereas dengan kesepakatan nilai hingga US$ 1 miliar atau setara Rp 14,3 triliun (kurs Rp 14.300).

Untuk produksi 1 jet Lilium sendiri menghabiskan dana sekitar US$ 4,5 juta atau setara Rp 64,3 miliar.

Kedua perusahaan mengatakan pada hari Senin bahwa mereka berencana untuk membangun jaringan pesawat eVTOL (electric vehicle takeoff and landing) atau jaringan lepas landas dan mendarat kendaraan listrik di seluruh Brasil yang dimulai dari sekarang hingga 2025.

"Pesawat yang akan kami luncurkan akan melakukan 175 mil per jam. Jangkauannya akan mencapai 155 mil," kata Kelapa Strategi Lilium, Alex Asseily.

Industri penerbangan sendiri saat ini juga mulai di bawah tekanan agar mereka mau beralih dengan cara-cara yang aman untuk alam seperti rendah karbon.

Pesawat terbaru Lilium sendiri merupakan model lima tempat duduk. Namun yang masuk ke produksi dan dijual ke Azul akan merupakan model dengan tujuh tempat duduk. Untuk produksinya sendiri kata Asseily sudah mencapai 50%.

Azul adalah maskapai penerbangan domestik terbesar di Brasil dalam hal kota yang dilayani dan keberangkatan harian.

John Rodgerson, CEO Azul, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa merek, jaringan rute, dan program loyalitas Azul akan membantu menciptakan pasar dan permintaan untuk jaringan jet Lilium di Brasil.

Investor telah mendukung Lilium dengan suntikan dana US$ 300 juta untuk bersaing dengan Airbus dan BlackFly. Namun, perusahaan berencana untuk mengumpulkan tambahan investasi sebesar US$ 830 juta yang akan memberikan penilaian pasca-uang sekitar $3,3 miliar.

Lihat juga video 'Penampakan Jet Tempur Siluman Terbaru Rusia Pesaing F-35 AS':

[Gambas:Video 20detik]



(das/eds)