Ikut Arahan Pemerintah, BUMN Ini Salurkan 286 Ton Oksigen

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 07 Agu 2021 21:00 WIB
Siapa sangka dari bengkel barang rongsok ini ada dermawan yang rela memberikan sedikit rejekinya untuk menanggulangi pandemi. Apa sih aksinya?

Dermawan membuka posko pengisian tabung oksigen dengan membayar seikhlasnya di bengkel timbang barang rosok Sumringah di jalan Raya Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (27/7).
Ilustrasi/Foto: Agung Mardhika
Jakarta -

Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pupuk Indonesia membantu penanganan COVID-19 di dalam negeri. Salah satunya adalah menyalurkan bantuan oksigen yang dilakukan bersama-sama dengan anak perusahaan.

Total bantuan oksigen yang telah disalurkan Pupuk Indonesia Grup sebanyak 271,8 ton. Pupuk Indonesia Grup melalui PT Pupuk Sriwidjaya (Pusri) Palembang menyalurkan bantuan oksigen sebanyak 15 ton untuk wilayah Lampung.

"Jumlah ini masih akan terus bertambah, mengingat anggota holding Pupuk Indonesia group hingga saat ini masih terus menyalurkan bantuan oksigen ke berbagai daerah sesuai arahan pemerintah," kata Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Nugroho Christijanto dalam keterangannya, Sabtu (7/8/2021).

Dia mengungkapkan penyaluran bantuan oksigen ini dimulai pada bulan Juli 2021 untuk perawatan pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit di provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Kota Bandung, dan Balikpapan.

Bantuan dikirimkan melalui anggota holding Pupuk Indonesia, yaitu PT Petrokimia Gresik untuk Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang untuk DKI Jakarta dan Bandung, PT Pupuk Kujang untuk Jawa Barat, dan PT Pupuk Kaltim untuk kota Balikpapan.

Sebanyak 271,8 ton oksigen yang disalurkan Pupuk Indonesia Grup ini berasal dari Pupuk Sriwidjaja Palembang sebesar 159,9 ton, Petrokimia Gresik sebesar 114,0 ton, Pupuk Kujang Cikampek sebesar 11,0 ton, dan Pupuk Kalimantan Timur 1,8 ton.

"Kami juga menyambut baik bila ada pihak yang turut membantu penyediaan truk isotank untuk mendistribusikan oksigen yang kita produksi," jelasnya.

(kil/eds)