Peran KNPI Kebut Vaksinasi Demi Pulihkan Ekonomi

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 13:49 WIB
Vaksin bukan jaminan membuat seseorang benar-benar kebal terhadap penyakit COVID-19. Kadang ada kasus saat seseorang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam paparan medianya, Senin (16/8/2021) mengungkap, bahwa proses pemulihan ekonomi di masing-masing negara akan sangat berbeda bergantung pada kecepatan proses vaksinasi sebagai upaya pengentasan pandemi virus Corona.

Vaksinasi, menjadi kunci penting dalam upaya meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga optimisme momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat babakbelur dihantam ganasnya pendemi virus Corona.

"Masuk perekonomian meskipun 2021 diproyeksi akan mengalami pemulihan yang cukup kuat dan akan terus di 2022 namun pemulihan ini tidak berjalan secara seragam. Negara-negara yang memilih akses vaksin, dia mendapatkan atau dia proyeksinya akan jauh lebih cepat pemulihannya," tegas Sri Mulyani.

Namun, tanggungjawab mengejar percepatan proses vaksinasi tak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata. Wakil Ketua Umum DPP KNPI sekaligus Ketua Vaksinasi COVID-19 DPP KNPI, Ryano Pandjaitan Butuh keterlibatan berbagai pihak, termasuk peran generasi muda penerus bangsa agar upaya ini bisa berjalan lebih cepat dan lebih luas.

Ia pun merespons positif langkah pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan upaya tracing dan testing dengan menurunkan biaya tes PCR di kisaran Rp 450.000-550.000.

"Ini jelas sangat membantu masyarakat banyak saat akan memeriksakan diri tes PCR di fasilitas pemeriksaan COVID-19 yang tersedia," kata Ryano dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/8/2021)

Ia melanjutkan, sebagai salah satu pelaku usaha nasional, ia juga tergerak untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi nasional. Bekerja sama dengan KNPI dan Agung Logistc, Pemilik Sahabat Ryano ini berkomitmen menggelar vaksinasi yang menyasar masyarakat umum berusia di atas 12 tahun.

Mengambil lokasi di jalan Cut Mutia Nomor 5, Menteng, Jakarta Pusat ini, ditargetkan ada sedikitnya 500 dosis vaksin bisa disuntikkan atau sekitar 3.500 dosis vaksin dalam sepekan dari 18-24 Agustus 2021.

Adapun, prasyarat mengikuti kegiatan vaksinasi adalah:
- Berusia di atas 12 tahun
- Sehat dan lulus screening kesehatan dr dokter
- menunjukan KTP/KIA (kartu identitas Anak), apabila tidak membawa keduanya diperbolehkan apabila dapat menunjukan fotocopy kk
- Melayani vaksinasi kedua ataupun pertama.

Bagaimana catatan administrasinya? Ryano mengatakan, data hasil kegiatan vaksinasi akan langsung tercatat di dalam sistem P-Care (Primary Care), sehingga langsung terintegrasi pada tabulasi dan dashboard komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (KPC-PEN).

"Data yang telah diinput di dalam system P-Care akan terintegrasi di dalam aplikasi PeduliLindungi sehingga memudahkan peserta vaksin yang ingin melakukan pencetakan sertifikatnya secara mandiri dimanapun dan kapapun yang bersangutan membutuhkannya," imbuh Ryano.

(dna/dna)