Saingi China, RI Tebar Ekspor Pupuk ke India-Australia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 27 Agu 2021 11:46 WIB
Antisipasi kelangkaan pupuk sekaligus memenuhi kebutuhan petani jelang musim tanam, Pupuk Kaltim menyiapkan pupuk Urea non subsidi.
Ilustrasi/Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta -

Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kaltim terus berupaya mencari peluang ekspor. Terutama, masuk ke pasar India yang saat ini kebutuhan cukup besar.

Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman menjelaskan, kebutuhan pupuk di India cukup besar karena selama ini negara tersebut mengandalkan pasokan dari China. Sementara, saat ini banyak pabrik China yang kurang efisien kemudian ditutup.

"Kemarin ini akhir 2020 sampai 2021, ada kebutuhan di luar negeri yang cukup besar urea itu ternyata di India. Di India itu biasanya dapat suplainya dari China. Belakangan di China itu banyak pabrik-pabrik yang sudah tidak efisien. Sehingga, oleh mereka dimatikan juga, karena ya dia harus impor bahan baku, impor batu bara. Jadi, tingkat kebutuhan yang biasanya di India disuplai oleh China, jadi kurang, akhirnya potensi itu salah satunya menjadi pasar kami," terangnya dalam wawancara khusus detikcom, Jumat (27/8/2021).

Selain India, pihaknya juga menyasar Australia yang kebutuhannya diperkirakan masih tinggi. Tak hanya itu, Pupuk Kaltim juga menyasar pasar Eropa.

"Pasar kami periode ini banyak masuk ke India, tapi selain itu juga ada di Australia, bahkan sempat ada permintaan dari Eropa. Tapi yang terlihat sekali peningkatannya di India. Pasar India yang tadinya diisi oleh China, sekarang kita isi," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, adapun kapasitas produksi saat ini sebanyak 50% diarahkan untuk kebutuhan dalam negeri, dan 50% untuk ekspor.

"Tahun ini, kita dari kapasitas produksi kita, kita diarahkan untuk dalam negeri kira-kira 50%, yang keluar negeri untuk ekspor 50%. Jadi 50% itu gini, termasuk yang non subsidi di dalam negeri," terangnya.

Dia menuturkan, jika dibandingkan dengan ekspor, produksi untuk non subsidi tidak terlalu besar. Dia bilang, ekspor dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri khususnya pupuk subsidi terpenuhi.

"Non subsidi dalam negeri oleh Pupuk Indonesia lebih banyak di-handle anak perusahaan yang lain. Sehingga Pupuk Kaltim memang didorong lebih fokus ke ekspor, setelah pemenuhan jumlah yang harus dipenuhi untuk subsidi," katanya.