Nusron Wahid ke Bos PTPN: Pabrik Gula Dapat PMN Kok Malah Modar?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 14:06 WIB
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid
Foto: Dok. BNP2TKI
Jakarta -

Anggota Komisi VI Fraksi Golkar Nusron Wahid mempertanyakan kondisi Pabrik Gula Rendeng. Sebab, pabrik ini mendapat penyertaan modal negara (PMN), namun malah mati.

Hal itu disampaikan Nusron saat rapat dengan para direktur utama di bawah holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group, Senin (20/9/2021).

"Terakhir ini aspirasi dapil, Pabrik Gula Rendeng setelah dikasih PMN itu modar Pak, bahkan listriknya pun mati. Tahun ini tidak giling Pak. Kapan itu bisa eksisting bisa operasi, dikasih PMN kok malah modar?" katanya.

Hal itu pun berdampak pada petani tebu. Sehingga, mereka harus menggiling tebu di daerah lain.

"Itu nggak perlu bapak jawab, tapi PR, karena itu dapil saya, akhirnya temen-temen nggak bisa giling tebu di sekitar itu, terpaksa giling tebunya ke kawasan Pati," katanya.

Pada kesempatan itu, Nusron juga mengusulkan agar PTPN Group memberikan stimulus kepada petani. Sebab, selama 6 tahun harga pokok penjualan (HPP) dari petani masih Rp 10.500.

"Saya usul untuk khusus untuk stimulus petani tebu yang menyetor tebu ke PTPN kasih stimulus, 'Barang siapa yang menyetor tebu kepada PTPN HPP-nya dinaikkan dari Rp 10.500 mungkin menjadi Rp 10.750 atau bahkan Rp 11.000'," katanya.

(acd/eds)