Petani Surati Jokowi Minta Cukai Rokok Tak Naik Tahun Depan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 16:57 WIB
Musim panen tembakau tahun ini bisa saja tak berpihak pada petani. Pasalnya, harga anjlok membayangi ditengah resisi, petani pun siap merugi.
Ilustrasi/Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Para petani menolak rencana kenakan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2022. Sebanyak 5.000 petani di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai aspirasi untuk memohon perlindungan terhadap petani tembakau dari dampak negatif kenaikan cukai rokok 2022.

Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Samukrah mengatakan pihaknya sangat keberatan dengan rencana kenaikan cukai.

"Kami berkirim surat ke Presiden Joko Widodo agar kebijakan kenaikan cukai tidak diteruskan," kata dia, Senin (18/10/2021).

Dia menyebutkan di masa pemulihan ekonomi ini, petani tembakau belum menerima perhatian berupa bantuan dari pemerintah dalam menghadapi situasi krisis.

"Tidak seperti sektor lain yang mendapatkan bantuan atau insentif, DBHCHT yang seharusnya diterima petani hingga saat ini belum terealisasikan, sulit sekali," jelas dia.

Dia berharap pemerintah dapat mendengarkan suara rakyat agar tidak menaikkan cukai rokok di masa pandemi COVID-19.

"Kami juga menghadapi iklim yang kurang baik untuk tembakau. Apalagi kalau naik cukainya nanti naik, ini akan semakin membunuh kami petani tembakau," katanya.

Dia menjelaskan bahwa komoditas tembakau tidak bisa terserap ke sektor lain. Artinya jika pemerintah menaikkan tarif CHT pada 2022, maka petani tembakau yang berada di hulu industri akan terancam.

"Kami akan perjuangkan terus agar pemerintah tidak menaikkan cukai tembakau pada 2022, pemerintah bertanggung jawab terhadap petani tembakau," ujar dia.

(kil/ara)