Luhut Minta Perusahaan AS Investasi dan Bikin Pabrik Obat di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 18:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bercerita soal kunjungannya ke Amerika Serikat (AS). Agenda utamanya memang membahas soal kerjasama pengurangan gas rumah kaca serta percepatan dan transisi menuju energi baru terbarukan.

Namun, yang tak kalah penting menurut Luhut adalah pertemuannya dengan Penasehat Keamanan Nasional (NSA) Jack Sullivan. Pertemuan itu membahas peningkatan kerja sama soal kesehatan dan keamanan global.

Dia meminta Jack Sullivan untuk membantu Indonesia secara konkrit. Salah satunya dengan meminta perusahaan AS untuk investasi dan memproduksi obat terapi COVID-19 di Indonesia.

"Saya sampaikan pada Mr.Sullivan jika Amerika ingin membantu Indonesia secara konkrit, maka Perusahaan-perusahaan Amerika dapat melakukan kerja sama investasi dan produksi obat therapeutic covid di Indonesia yang sudah dalam fase "clinical trial" terakhir dimana kita tahu bersama bahwa obat ini bisa menjadi kunci penanganan pandemi," kata Luhut dalam unggahannya di akun Instagram resmi @luhut.pandjaitan, Kamis (21/10/2021).

Luhut bercerita kepada Jake Sullivan, Indonesia tidak hanya ingin menjadi pembeli saja, namun juga ingin memproduksi. Dia bilang Jack Sullivan akan mempertimbangkan permintaannya soal investasi pabrik obat.

"Kita tidak ingin hanya sekadar menjadi pembeli. Mendengar hal ini, Mr. Sullivan tampak optimis dan sepakat dengan saya. Saya kira jika ini berhasil, penanganan pandemi kita bisa jauh lebih baik namun dengan catatan kita harus taat prokes dan melakukan percepatan vaksinasi," kata Luhut.

Lanjut ke halaman berikutnya.