Genjot Jualan Vaksin COVID-19, AstraZeneca Raup Rp 31 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 23:00 WIB
Vaksin AstraZeneca Adalah Apa Kandungannya? Ini Informasi Selengkapnya
Foto: DW (News)
Jakarta -

AstraZeneca meraup US$ 2,2 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, setara Rp 31,2 triliun (asumsi kurs: Rp 14.200/US$). Perolehan tersebut salah satunya berkat penjualan vaksin COVID-19.

Pada kuartal yang berakhir 30 September itu penjualan vaksin AstraZeneca mencapai US$ 1,05 miliar (Rp 14,9 triliun), berkontribusi satu sen terhadap laba per saham.

"Perusahaan sekarang mengharapkan untuk secara progresif mentransisikan vaksin ke profitabilitas sederhana ketika pesanan baru diterima," bunyi keterangan perusahaan dikutip dari CNN, Jumat (12/11/2021).

Mayoritas penjualan vaksin antara Oktober dan Desember tahun ini diharapkan oleh perusahaan berasal dari perjanjian pasokan yang ada. Pihaknya juga mengharapkan beberapa pesanan baru.

Seorang juru bicara perusahaan menegaskan bahwa AstraZeneca akan terus memenuhi pesanan yang ada ke negara-negara berkembang tanpa keuntungan, seperti yang dijanjikan sebelumnya.

"Kami masih sangat menghormati perjanjian kami yang ada dengan Oxford (University) dan akan terus memenuhi pesanan (itu) dengan harga murah," katanya kepada CNN Business.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Tonton juga Video: Ganjar Pranowo Tanggapi soal 4 Ribu Vaksin di Kudus Kedaluwarsa

[Gambas:Video 20detik]



Perusahaan mengatakan bahwa kontribusi keuntungan terbatas dari vaksin pada kuartal keempat akan mengimbangi biaya yang terkait dengan obat kombinasi antibodi COVID-19 yang sedang diuji coba.

Penjualan vaksin COVID-19 berkontribusi pada peningkatan total pendapatan AstraZeneca untuk sembilan bulan pertama tahun ini, yang naik hampir sepertiga menjadi US$ 25,4 miliar (Rp 360,68 triliun).

Dijelaskan bahwa perusahaan dan mitra sub-lisensi telah merilis lebih dari 1,5 miliar dosis vaksin pada 30 September 2021, untuk pasokan di lebih dari 170 negara.

Laba operasional keseluruhan AstraZeneca untuk tahun ini turun 63% dari periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 1,3 miliar. Laba sebelum pajak merosot menjadi US$ 371 juta dari US$ 2,75 miliar pada tahun sebelumnya.

Menurut perusahaan, memasok vaksin COVID-19 tanpa keuntungan telah berkontribusi pada penurunan margin laba inti enam poin persentase menjadi 74,1%, di samping kenaikan biaya umum dan biaya penelitian.

(toy/hns)