Menperin: RI Harusnya Bisa Raup Untung Besar dari Produk Halal Global

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 10:26 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pabrik daur ulang plastik terbesar di Indonesia. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan luas bangunan 7.000 meter persegi ini berlokasi di Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur.
Menperin: RI Harusnya Bisa Raup Untung Besar dari Produk Halal Global
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengungkap Indonesia berpotensi menjadi pusat industri halal dunia sekaligus kiblat industri fesyen dunia. Dia pun menargetkan tujuan itu bisa tercapai pada 2024.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor industri halal dunia dikuasai negara-negara lain, padahal Indonesia memiliki potensi besar. Ia sendiri mendukung prioritas Wakil Presiden mengembangkan industri produk halal, termasuk meningkatkan ekspor ke pasar global.

Agus memaparkan sejumlah negara yang memimpin industri halal dunia. Eksportir makanan halal, dikuasai India, Amerika, dan Brazil. Kemudian sektor farmasi dan kosmetik di bawah Singapura. Sementara Inggris dan Nigeria menunjukkan performa yang sangat baik dalam pengembangan industri halal.

"Indonesia semestinya bisa meraup keuntungan paling besar di pasar global," katanya dikutip Jumat (19/11/2021).

Agus mengungkapkan, kompetisi pasar industri halal saat ini sangat sengit. Hal ini lantaran demand dari produk halal terbilang cukup banyak. "Sangat diminati bukan hanya negara muslim, tapi juga non-muslim," paparnya.

Kondisi ini, kata dia, seharusnya bisa mendorong Indonesia bisa melangkah lebih maju agar bisa bersaing. Sebab, Indonesia sendiri merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Harus menjadi penyemangat kita Indonesia sebagai global halal hub, pusat industri halal dunia," tegasnya.

Sementara itu Staf Khusus Wapres Lukmanul Hakim mengatakan perlu program quick-win untuk mewujudkan Indonesia produsen produk halal dunia. Lukmanul Hakim memaparkan ekosistem Global Halal Hub yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan industri halal.

(fdl/fdl)