Pabrik Pupuk Mulai Tambah Kapasitas Produksi, Ini Alasannya

- detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 14:46 WIB
Pabrik Pupuk
Foto: Pabrik Pupuk (Istimewa)
Jakarta -

PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (Saraswanti) menggandeng salah satu kontraktor engineering terkemuka di Indonesia, PT Rexline Engineering Indonesia (PT REI). Kerja sama itu untuk meningkatkan kapasitas pabrik di salah satu anak usaha perseroan, PT Dupan Anugerah Lestari di Mojokerto, Jawa Timur.

"Dengan adanya penandatanganan kontrak kerja sama ini, kami berharap akan mampu mengoptimalkan proses peningkatan kapasitas pabrik, sehingga Saraswanti dapat memenuhi kenaikan permintaan pupuk yang semakin meningkat," ujar Yahya Taufik selaku Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

Saraswanti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham SAMF ini berencana meningkatkan kapasitas produksi dari 600 ribu ton per tahun menjadi 700 ribu ton.

Penandatanganan kerja sama Saraswanti dengan PT REI dilakukan oleh Yahya Taufik dan Rahul Thutiyil mewakili PT REI, serta disaksikan Komisaris Utama Saraswanti Noegroho Hari Hardono, beberapa waktu lalu. Naskah kerja sama diteken di kantor pusat Saraswanti di Surabaya, Jawa Timur.

Kerja sama senilai Rp 64 miliar ini akan digunakan untuk melaksanakan perakitan dan pemasangan 1 line mesin NPK Granul dengan kapasitas produksi sebesar 100.000 ton per tahun di pabrik anak usaha perseroan.

"Untuk saat ini pembangunan sarana penunjang lini produksi telah memasuki progress akhir, dimana mesin-mesin produksi akan masuk pada bulan Januari 2022, dan diperkirakan dapat digunakan untuk proses produksi pada akhir triwulan II-2022," jelas Yahya Taufik.

Peningkatan kapasitas produksi perseroan seiring dengan naiknya permintaan pasar.

Yahya menjelaskan, harga sawit yang masih stabil tinggi dan pandemi Covid-19 di Indonesia yang kian terkendali, membuat permintaan pupuk produk Saraswanti kian melonjak karena sekitar 90% produk pupuk perseroan diserap untuk perkebunan sawit. Selebihnya, diserap oleh sektor perkebunan tebu, kopi, kakao, karet, jagung, serta aneka tanaman.

"Karena itu, mengantisipasi kenaikan permintaan pupuk yang tak terbendung, Saraswanti mulai merealisasikan peningkatan kapasitas pabrik," tegas Yahya Taufik.

(dna/dna)