Banyak Pabrik Dunia Bakal Dibikin Pusing Omicron

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 22:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Rata-rata pabrik di seluruh dunia aktivitasnya mulai meningkat di sepanjang November 2021. Ini menjadi tanda aktivitas ekonomi dunia semakin membaik.

Melansir Reuter, Rabu (1/12/2021), hasil survei menunjukkan aktivitas pabrik secara global meningkat. Meskipun masih ada kendala pasokan bahan baku, keterbatasan produksi dan kenaikan harga bahan baku.

Namun kondisi ini bisa berubah seiring dengan munculnya varian baru virus corona yang bernama Omicron. Sebab hasil survei November itu tidak memasukan unsur penyebaran virus varian baru tersebut yang bisa memaksa banyak negara kembali melakukan lockdown.

"Varian Omicron bisa menjadi pengubah kondisi saat ini, kekurangan input dan tenaga kerja akan memburuk bagi produsen jika Inggris dan negara-negara lain melakukan lockdown lagi," kata Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics.

Purchasing Managers Index (PMI) untuk zona Eropa tetap naik ke 58,4 pada November dari sebelumnya 58,3 di Oktober. Permasalahan rantai pasokan telah menjadikannya Eropa sebagai pasar bagi penjual bahan baku. Banyak produsen barang di Eropa juga memutuskan untuk menaikkan harga barangnya.

Kondisi itu mendorong inflasi di Eropa, yang tercatat inflasi untuk bulan lalu mencapai 4,9%. Itu merupakan rekor level tertinggi inflasi di Eropa.

Sementara di Inggris, banyak pabrik yang melaporkan kenaikan biaya produksi pada bulan lalu. Hal itu mendorong Bank of England (BoE) untuk menaikkan suku bunga.

BoE akan menjadi bank sentral besar pertama yang menaikkan suku bunga, mungkin paling cepat bulan ini.

(das/dna)