RI Bisa Kuasai Industri Baterai Mobil Listrik, Ini Penopangnya

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 12 Des 2021 21:32 WIB
Mobil Listrik
Ilustrasi Industri Mobil Listrik (Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Indonesia kini tengah menggenjot pengembangan industri kendaraan listrik terutama baterai. Dengan sumber daya yang mumpuni seharusnya Indonesia bisa menjadi pemain global

Pengamat Hukum Energi dan Pertambangan Universitas Tarumanegara Ahmad Redimenilai, Indonesia tidak hanya mampu menjadi produsen, tetapi juga sangat memenuhi syarat untuk menjadi pemain global dalam industri ini.

"Bahan baku untuk baterai kendaraan listrik itu kita sangat kaya raya. Sehingga sudah semestinya Indonesia menjadi pemain global di sektor baterai mobil listrik ini," kata Redi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 11 Desember 2021.

Salah satu syaratnya kata dia, semua stake holders, terutama empat BUMN yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Industri Pertambangan Mind ID (Inalum), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) dapat memaksimalkan perannya masing-masing.

Terlebih lagi menurutnya PT Antam. Perusahaan pelat merah tersebut sangat tepat jika terlibat penuh, mengingat bahwa Antam bergerak di sektor tambang, dan menghasilkan bijih nikel yang merupakan bahan baku dari EV. Bahkan, Redi juga mendukung jika EV ini nantinya bisa menjadi leading sektor PT Antam.

"Menteri BUMN sudah membentuk Indonesia Battery Corporation ya. Di situ ada Mind ID, Pertamina, PLN, dan Antam. Nah, karena ini terkait dengan komoditas tambang, maka PT Antam punya legal standing karena memiliki sumber baku EV ini, sehingga ini bisa menjadi leading sector Antam, karena EV itu memang berkaitan dengan bijih nikel," jelasnya.

Apalagi, kata Redi, yang mesti dilakukan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), termasuk perusahaan BUMN lainnya, adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah.

"Yang harus dipikirkan adalah bagaimana menciptakan nilai tambah. Saya kira Antam bisa terlibat dan memaksimalkan upaya nilai tambah ini, serta turut menjadi pemain global, karena kita punya bahan bakunya," tambahnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.