Ini Dia Pelaku Industri Halal Terbaik di RI, Mau Tahu?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 19 Des 2021 10:15 WIB
Ecological pigs and piglets at the domestic farm, Pigs at factory
Foto: Getty Images/iStockphoto/didesign021
Jakarta -

Sejumlah pelaku industri halal saling bersaing dalam ajang Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2021. Setidaknya ada 14 nominasi yang diperebutkan para pelaku industri halal.

Penghargaan diberikan kepada pelaku industri atas peran aktifnya dalam memajukan pengembangan industri halal di Indonesia.

Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan banyak inovasi muncul dari individu, pengusaha, akademisi, dan perusahaan pegiat industri halal. Menurutnya hal ini jadi pertanda bahwa industri halal Indonesia akan tumbuh dan cita-cita menjadi pusat halal dunia akan bisa terwujud.

"Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, Indonesia sudah harus menjadi pusat produksi halal dunia di 2024. Hari ini saya menyaksikan banyak inovasi muncul," ujar dalam keterangan yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, Minggu (19/12/2021).

"Kita menantikan sumbangsih yang lebih besar demi mewujudkan visi pusat Indonesia halal dunia, Indonesia sehat, dan ekonomi kuat," katanya.

Produk halal merupakan bagian dari keimanan bagi umat muslim. Selain itu, di luar perintah agama, produk-produk halal memiliki keunggulan lain seperti mengedepankan prinsip kebersihan dan kesehatan, sehingga memberikan ketenangan bagi konsumen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengharapkan agar para penerima IHYA 2021 dapat berkontribusi terhadap upaya menghidupkan, membangkitkan, dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara umum dan industri halal secara khusus.

Adapun untuk penghargaan Best Halal Innovation diberikan kepada lima pemenang. Pemenang individu adalah Arif Nur Ikhsan yang mengembangkan metode analisis kehalalan emulsi minyak dengan metode spektroskopi inframerah yang dikombinasikan dengan kemometrika.

Sedangkan untuk korporat diberikan kepada PT Ajinomoto Indonesia. Perusahaan tersebut berhasil mengembangkan produk saus oriental berbahan baku lokal, menggantikan produk sejenis di pasaran yang mempunyai kandungan arak atau bahan lain yang mengandung alkohol.

Untuk bidang pendidikan, diberikan kepada Islamic Fashion Institute yang mengembangkan sekolah desain busana muslim pertama di Indonesia dengan kurikulum berdasarkan SKKNI dan fokus pada kaidah-kaidah berbusana dalam Islam.

Selanjutnya, untuk organisasi pemerintahan, diraih oleh Balai Besar Keramik yang mengembangkan komposit bone ash berbasis bahan baku kapur alam untuk aplikasi pada industri keramik dan industri medis (implant tulang dan gigi), yang berpotensi menggantikan bone ash dari babi.

Untuk komunitas, penghargaan ini diberikan kepada Tim Sensor Kehalalan yang berhasil mengembangkan sensor kehalalan berbasis SERS (Surface Enhanced Raman Spectroscopy) yang dapat membedakan jenis-jenis lemak hewan.



Simak Video "Wapres: UMKM Industri Halal Perlu Dukungan untuk Penuhi Pasar Ekspor"
[Gambas:Video 20detik]