Demi Swasembada Gula, BUMN Gandeng Petani Garap Lahan Tebu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 26 Des 2021 23:01 WIB
lahan tebu
Ilustrasi Petani Tebu (Foto: reuters)
Jakarta -

Pemerintah berharap masyarakat di sekitar wilayah hutan dapat meningkat pendapatannya. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah menata kembali kawasan hutan antara lain mengatur kembali kemitraan bersama masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, terdapat potensi kerja sama kemitraan untuk meningkatkan pendapatan daerah.

"Terdapat potensi kerja sama untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam melalui kemitraan dengan pemerintah daerah ataupun BUMDes, oleh karenanya dapat membuat aturan-aturan untuk mendukung kerja sama tersebut guna peningkatan pendapatan daerah," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/12/2021).

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi menyebut RNI akan terus mendorong peningkatan kemitraan dengan petani lokal seperti di Jawa Barat. Salah satunya untuk komoditas tebu sebagai bagian dari upaya swasembada gula di Indonesia.

Lebih lanjut Arief mengatakan, RNI mendapat penugasan dari pemerintah untuk mengkampanyekan dan menggalakan budidaya tebu guna mewujudkan peningkatan produktivitas gula. Serta, memastikan keberpihakan perusahaan kepada petani tebu rakyat dengan melibatkan dalam program-program kemitraan.

"Saat ini sekitar 2000 petani yang tergabung ke dalam 14 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Jawa Barat di antaranya Majalengka dan Indramayu telah menjadi bagian dari program Kemitraan Budidaya Tebu PG Jatitujuh," jelasnya.

Dengan adanya kemitraan ini, RNI Group melalui PG Jatitujuh memiliki peran yang semakin strategis. Pasalnya, selain untuk mengamankan rantai pasok bahan baku giling, juga dapat meningkatkan perekonomian lokal melalui peningkatan kesejahteraan para petani.

Arief mengatakan, jumlah lahan yang digarap mitra petani terus bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2019 luas lahan kemitraan tercatat sekitar 1.700 ha, tahun 2020 naik menjadi sekitar 3.200 ha dan tahun 2021 bertambah menjadi sekitar 3.690 ha. Di tahun 2022 perusahaan menargetkan penambahan lahan kemitraan menjadi 5.190 ha.

"Penambahan luasan lahan kemitraan ini menandakan bahwa manfaat ekonomi dari program ini dirasakan secara nyata, sehingga minat masyarakat untuk bergabung semakin besar setiap tahunnya," ujar Arief.

(acd/dna)