ADVERTISEMENT

Vaksin Booster Berbayar atau Gratis? Segini Harganya di Dunia

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 04 Jan 2022 19:00 WIB
Doctor vaccinating for a boy on blue background.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/baona
Jakarta -

Pemerintah akan menentukan vaksin booster COVID-19 berbayar atau gratis pada 10 Januari 2022. Keputusan ini menunggu kajian Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Sekarang ITAGI tengah melakukan riset, mudah-mudahan selesai di tanggal 10 Januari. Kalau kemudian untuk vaksin Pfizer dan Moderna memang half dose dan full dose tidak ada beda dari sisi efektivitasnya," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/1/2022) kemarin.

Jika hasil penelitian ITAGI mengatakan vaksin booster sudah efektif menggunakan setengah dosis vaksin Moderna atau Pfizer, maka pemerintah akan menggratiskan. Pasalnya, Indonesia masih punya 113 juta dosis vaksin COVID-19 saat ini.

Indonesia menggunakan beberapa jenis vaksin mulai dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm, dan Janssen.

Dikutip dari CNN Indonesia, berikut harga vaksin:

Sinovac

Sinovac merupakan vaksin asal China pertama yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk melawan COVID-19. Berdasarkan data dari UNICEF, harga vaksin Sinovac di Indonesia berkisar US$ 13,60-17 per dosis atau setara Rp 194.684-243.355 (kurs Rp 14.315).

Harga vaksin ini sedikit lebih mahal dibandingkan Kamboja yang sebesar US$ 10. Meski begitu, harga di Indonesia masih lebih murah jika dibandingkan China yang sebesar US$ 29,75 per dosis.

AstraZeneca

Harga vaksin AstraZeneca di beberapa negara seperti India, Brasil, hingga Eropa dibanderol US$ 2,88-3,5 per dosis atau Rp 41.227-50.102 per dosis. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama dengan Oxford University.

Filipina dan Kolombia menjadi negara termahal yang menjual vaksin AstraZeneca, yakni Rp 71-85 ribu per dosis.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT