Mantap! KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung bakal Tersambung Kereta

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 18:30 WIB
KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung mau tersambung kereta
Menteri BUMN Erick Thohir di Kuala Tanjung/Foto: Dok PTPN
Jakarta -

Sejumlah BUMN bekerjasama untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada di Terminal Multipurpose Kuala Tanjung, Sumatera Utara dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. BUMN tersebut yakni PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Pelindo (Persero) atau Pelindo dan PT KAI (Persero).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU kerjasama pada Sabtu (08/01) oleh Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Abdul Ghani, Direktur Strategi Pelindo Prasetyo dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo. Penandatangan ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor PT Prima Multi Terminal, Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Erick Thohir menjelaskan bahwa Kuala Tanjung adalah pelabuhan terbaik dan merupakan potensi yang luar biasa. Namun, selama ini belum dimaksimalkan dengan baik.

"Kami mendorong kerjasama antara PTPN, Pelindo dan KAI membangun bagaimana kereta barang langsung tembus dari KEK Sei Mangkei ke Kuala Tanjung dan membuat lebih besar lagi serta menjadi bagian lapangan kerja yang sangat maksimal untuk warga Sumatera Utara," kata Erick dalam keterangan tertulis, Senin (11/1/2022).

Ruang lingkup kerjasama ini adalah optimalisasi pemanfaatan fasilitas pelabuhan dan sinkronisasi rencana pengembangan jalur kereta api dengan klaster industri. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung sebagai pelabuhan muat dan atau pelabuhan tujuan dalam distribusi logistik, bahan baku, hasil produksi KEK Sei Mangkei dan hasil perkebunan PTPN Group dengan mengoptimalkan penggunaan kereta api milik KAI.

"Indonesia itu harus memiliki ekosistem sendiri, yaitu dengan bekerja sama dengan swasta, UMKM dan pihak lain. Saya setuju dengan adanya pengintegrasian kawasan pelabuhan dan kawasan industri, yang didukung oleh kereta api dan juga produk-produk yang dimiliki BUMN maupun pihak swasta. Semua pihak bersinergi untuk membangun kawasannya masing-masing. Jadi, saya berharap, ekosistem yang sedang kita bangun sekarang dapat menjadi penyeimbang ekonomi Indonesia," tambahnya.

Direktur Utama Holding PTPN III, Abdul Ghani menambahkan, PTPN Group akan mendukung penuh pemanfaatan integrasi tersebut untuk meningkatkan produktivitas.

"Kami dari PTPN Group akan secara optimal memanfaatkan kerjasama ini untuk pendistribusian komoditas, logistik dan bahan baku dengan pengoptimalan penggunaan kereta api serta menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan muat atau pelabuhan tujuan dan meraih potensi market di Selat Malaka," ujar Ghani.

Direktur Strategi Pelindo, Prasetyo mengatakan, pengembangan pelabuhan dan kawasan industri ini adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.

"Tujuan Pemerintah menetapkan pengembangan Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa, menciptakan lapangan pekerjaan, menarik foreign direct investments, mengembangkan value added manufacturing, menurunkan logistic cost, dan menciptakan International Hub Port di kawasan segitiga emas Selat Malaka,"papar Prasetyo.



Simak Video "Jokowi Sebut Kawasan Industrial Park Kaltara Serap 100 Ribu Tenaga Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)