Sering Diprotes soal TKA, Luhut: Masih Banyak di Daerah Ditanya 7x7 Itu 77

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Feb 2022 12:22 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandajaitan saat menjalani wawancara dengan detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lagi-lagi bicara soal isu tenaga kerja asing yang banyak bekerja di kawasan industri. Dia menyinggung tenaga kerja lokal masih minim bekerja di kawasan industri karena tingkat pendidikannya yang rendah.

Dalam sambutannya di acara Gernas BBI Sulawesi Selatan, awalnya Luhut menitip pesan kepada pemerintah daerah agar meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.

Kemudian, dia langsung menyinggung tingkat pendidikan yang rendah di beberapa kawasan industri baru yang ada di Indonesia. Misalnya, kawasan industri di Morowali, Weda Bay, Konawe, dan lain sebagainya. Hal itu menurutnya terjadi karena kurangnya perhatian untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Bagaimana di daerah-daerah industri yang baru dibangun kayak di Morowali, Weda Bay, Konawe, dan lain-lain itu tingkat pendidikannya rendah, Kenapa? Karena kita kurang perhatian," kata Luhut, Kamis (24/2/2022).

Lantas, Luhut langsung bicara soal banyak keluhan bahkan kemarahan banyak pihak yang menyebut kenapa tenaga kerja lokal Indonesia jarang dilibatkan di dalam kawasan industri dan justru tenaga kerja asing yang banyak digunakan.

Menurutnya, kualitas pendidikan tenaga kerja lokal, apalagi yang berada di daerah kawasan industri yang disebutkannya mayoritas memang masih buruk. Maka dari itu mereka jarang dilibatkan.

"Orang marah-marah kenapa nggak bawa dari tenaga kerja Indonesia? (Karena) Hampir nggak ada. Masih banyak di daerah itu orang ditanya 7x7 itu 77," ujar Luhut.

Tapi kini pemerintah tak mau menyerah begitu saja, menurutnya pembenahan sudah dilakukan. Di banyak kawasan industri pemerintah meminta dibangun politeknik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia alias tenaga kerja lokal.

Sejalan dengan itu, Luhut juga mengatakan kualitas sekolah menengah di daerah yang ada kawasan industrinya juga kini mulai ditingkatkan.

"Tapi kita nggak mau nyerah! Kita train guru-gurunya, kita bikin politekniknya, dari SMA, SMP-nya diperbaikin. Jadi kalau lulus pun bisa masuk mereka ke sini (politeknik)," pungkas Luhut.

Simak juga Video: Jokowi Sebut Kawasan Industrial Park Kaltara Serap 100 Ribu Tenaga Kerja

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)