Harga CPO RI 'Lompat' Gegara Rusia Serang Ukraina, Tertinggi dalam Sejarah

Agus Setyadi - detikFinance
Sabtu, 26 Feb 2022 16:30 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kelapa sawit yang akan diolah menjadi minyak kelapa sawit Crude palem Oil (CPO) dan kernel di pabrik kelapa sawit Kertajaya, Malingping, Banten, Selasa (19/6). Dalam sehari pabrik tersebut mampu menghasilkan sekitar 160 ton minyak mentah kelapa sawit. File/detikFoto.
Foto: Jhoni Hutapea
Banda Aceh -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebut harga crude palm oil (CPO) Indonesia melonjak akibat perang Rusia dengan Ukraina. Pemerintah akan menjaga harga ekspor tersebut.

Lutfi awalnya berbicara mengenai domestic market obligation (DMO) yakni seluruh eksportir harus menyiapkan minyak murah untuk kebutuhan dalam negeri. Dengan sistem seperti itu, ongkos dari bahan baku minyaknya jauh lebih murah dibandingkan harga internasional.

Dia lalu menyinggung perang yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina. Perang dua negara itu membuat harga minyak dunia mengalami kenaikan.

"Minyak bumi itu sudah lepas 100 dolar, harga kemarin di Belawan untuk CPO Indonesia sudah mencapai Rp17 ribu, tertinggi dalam sejarah," kata Lutfi kepada wartawan usai mengecek harga minyak goreng di Pasar Al-mahirah, Banda Aceh, Sabtu (26/2/2022).

Pemerintah akan menjaga harga tersebut. Meski demikian, ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah.

"Jadi kita mau jaga ini supaya ekspor kita dengan harga tinggi ini kita jaga," jelas Lutfi.

"Tetapi yang kita kerjakan pada hari ini setengah mati ini adalah memastikan bahwa harga dunia tidak bisa serta merta merusak juga harga domestik karena kita penghasil kelapa sawit minyak goreng terbesar di dunia. Itu yg mau kita pertahankan," lanjut Lutfi.

Simak juga 'Presiden Ukraina Bantah Hoax soal Evakuasi-Peletakkan Senjata':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/fdl)