ADVERTISEMENT

Sempat Vakum 10 Tahun, Pabrik PIM-1 Dinilai Bisa Genjot Produksi Pupuk

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 14 Mar 2022 17:56 WIB
Stok pupuk subsidi untuk wilayah Jabar aman jelang masa tanam
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendukung program reaktivasi pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), yaitu pabrik PIM-1. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kapasitas produksi pupuk nasional.

SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana mengatakan reaktivasi tersebut tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan Kementerian ESDM dan SKK Migas.

"Kementerian ESDM sudah menyiapkan pasokan LNG untuk melancarkan reaktivasi PIM-1. Pabrik ini sudah 10 tahun lebih mati, dan akhirnya pada bulan Februari lalu pabrik ini bisa dihidupkan kembali. Ini tentunya sebuah usaha yang luar biasa, apalagi di saat terjadinya krisis energi dunia yang mana tentunya ada sektor lain yang menjadi prioritas kebutuhan energi," kata Wijaya dalam keterangan tertulis, Senin (14/3/2022).

Ia menambahkan agar PIM-1 bisa terus beroperasi ke depannya, dibutuhkan pasokan gas yang cukup dan Pupuk Indonesia maupun PIM terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Pemerintah juga sudah mengalokasikan lima kargo LNG untuk pengoperasian PIM-1 tersebut.

"Pihak ESDM sudah mengupayakan kargo LNG agar PIM-1 bisa hidup kembali. Hal ini kami sadari butuh proses dan perlu waktu, tapi kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada industri pupuk sehingga kami bisa mengoperasikan lagi PIM-1," imbuh Wijaya.

PT PIM mengoperasikan dua pabrik urea, yaitu PIM-1 dan PIM-2. Produsen pupuk yang berbasis di Lhokseumawe ini berhasil melakukan reaktivasi pabrik amoniak PIM-1 pada akhir Januari lalu, yang dilanjutkan dengan hidupnya lagi pabrik urea pada awal Februari.

Pabrik ini mempunyai kapasitas produksi 570 ribu ton per tahun dan sempat tidak beroperasi selama 10 tahun karena kendala pasokan gas dan faktor teknis lainnya.

"Dengan beroperasinya pabrik ini, kami sebagai holding optimis PT PIM akan dapat memenuhi target produksinya," tutur Wijaya.

Saat ini, PIM-1 dimatikan sementara untuk melanjutkan proses perbaikan dan perawatan sambil menunggu kargo LNG berikutnya. Wijaya juga menegaskan selain PIM-1, PT PIM juga mempunyai pabrik PIM-2 yang saat ini beroperasi lancar dengan pasokan gas yang memadai.

"Jadi operasional pabrik berjalan baik dan pasokan pupuk untuk wilayah tanggung jawab PT PIM tetap terjaga dengan jumlah stok yang cukup," ungkap Wijaya.

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT